Dipasung Sejak 1986, Baru Dilepaskan 30 Tahun Kemudian

Oct 31, 2016 14:06
Muhammad Srihadi baru dibebaskan tadi pagi setelah dipasung sejak 1986 lalu. (Foto: istimewa)
Muhammad Srihadi baru dibebaskan tadi pagi setelah dipasung sejak 1986 lalu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Lebih dari separu hidupnya, Muhammad Srihadi menghabiskan waktunya di pasungan. Warga Kelurahan Penarukan, RT 4/RW5, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, baru bisa keluar dari tempat pemasungan tadi siang, Senin (31/10/2016).

Dia mulai dipasung keluarganya pada 1986 lalu, ketika itu Srihadi berumur kira-kira 18 tahun. Dia dipasung karena dianggap bisa mengganggu lingkungan sekitar.

Baca Juga : Usul Pemakaman Nakes Covid-19 di TMP & Anugerah Bintang Jasa Berujung Bully untuk Ganjar

Srihadi yang menderita gangguan kejiwaan tersebut baru bebas dari pasungan setelah dibebaskan oleh tim gabungan Dinas Sosial Pemerintah Propinsi Jawa Timur tadi pagi.

Ukuran tempat pemasungan Srihadi begitu sempit, ujurannya kira-kira 2 meter × 3 meter. Kondisi tempat pemasungannya juga gelap. Bau pesing dan busuk menyeruak di tempat Srihadi hidup selama seperempat abad lebih itu.

"Kini pasien akan kami bawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang untuk menjalani rehabilitasi," ucap Yusmanu, Kasi Rehabilitasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di sela sela proses pembebasan pasien.
Yusmanu mengatakan, pembebasan pasien dari pasungan ini dilakukan oleh tim gabungan Dinsos Propinsi Jawa Timur dan Kabupaten Malang. 

Suasana pembebasan pasien gangguan jiwa tersebut menyedot perhatian puluhan warga sekitar. 
Untuk membebaskan Srihadi, petugas terpaksa membobol tembok pembatas untuk masuk ke dalam ruang pasung pasien. 

Berbekal gancu dan palu godam, petugas terpaksa menghancurkan tembok yang mempunyai ketebalan sekitar 15 sentimeter tersebut.

Baca Juga : Usul Pemakaman Nakes Covid-19 di TMP & Anugerah Bintang Jasa Berujung Bully untuk Ganjar

Setelah berhasil dilubangi, petugas masuk melalui lubang untuk memeriksa kondisi pasien dan petugas lainnya menyiapkan obat suntik bius untuk menenangkan pasien gangguan jiwa tersebut sebelum pasien dievakuasi keluar dari ruangan pemasungan yang mirip penjara itu. 

Setelah dikeluarkan, pasien gila dimandikan oleh petugas. Usai kondisi badan pasien bersih dan rapi, pasien diangkut petugas menaiki ambulan dibawa ke RSJ Lawang.  

"Kami berharap setelah selesai rehabilitasi, keluarga korban tidak melakukan pemasungan kembali," imbuh Yusmanu.

Topik
Sakit JiwaRSJ Lawangpasung

Berita Lainnya

Berita

Terbaru