MALANGTIMES - Kurang dari 24 jam jelang beralihnya kepemimpinan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Malang suasana mulai memanas. Dua kandidat baru muncul mewakili tokoh muda untuk bersaing dalam bursa Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Malang. Dua nama tersebut antara lain Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang Dr Hasan Abadi dan Kasatkorwil Banser Jatim, dr Umar Usman.

 

’Dua kandidat tersebut mewakili unsur muda di dalam proses pemilihan Ketua PCNU dan telah mendapat apresiasi dari sebagian peserta,’’ ujar Juru Bicara Panitia Konfercab, Zulham Akhmad Mubarrok.

Ia mengatakan, Hasan Abadi dan Umar Usman merupakan dua tokoh muda yang dinilai layak mewakili suara Nahdliyyin muda. Keduanya juga telah cukup lama berkiprah di dalam kepengurusan GP Ansor sebagai badan otonom NU. Dr Umar, kata mantan wartawan senior itu, pernah menjabat sebagai Ketua Ansor Kabupaten Malang periode 2009-2013. ’’Sedangkan Cak Hasan adalah Ketua GP Ansor yang saat ini menjabat. Jadi keduanya sangat layak untuk maju dalam bursa,’’ tegas Zulham

Sebelumnya, nama-nama yang menjadi kandidat pemimpin ormas terbesar di Kabupaten Malang ini mulai mengerucut. Suasana Konferensi cabang (konfercab) yang digelar di MTS NU Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang mulai menghangat. Saat ini sudah bermunculan nama-nama kandidat yang akan menjadi rais syuriah dan ketua tanfidziyah periode 2016-2021.

Untuk Rais Syuriah, setidaknya sudah ada empat nama yang muncul ke permukaan. Mereka adalah Pengasuh Ponpes Al Munawariyah Bululawang KH. Maftuh Said, Pengasuh Ponpes Sirathul Fuqoha Gondanglegi KH. Muhammad Dahlan Ghoni, Pengasuh Ponpes Al Fattah Singosari KH Farichin Muhsan, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang KH. Fadhol Hija'. Nama-nama mereka berpeluang menggantikan posisi KH. Muhammad Mansyur yang saat ini menempati posisi sebagai rais syuriah PCNU Kabupaten Malang.

Baca Juga : MUI, NU dan Muhammadiyah Lumajang Sepakat Tak Gelar Sholat Jumat di 7 Kecamatan

Sedangkan untuk ketua tanfidziyah, setidaknya sudah ada delapan nama yang muncul ke permukaan. Mereka adalah ketua tanfidziyah saat ini KH. Bibit Suprapto, wakil rais syuriah H. Imam Sibaweh,  sekretaris PCNU KH. Abdul Mujib Syadzili, wakil sekretaris PCNU H. Imron Rosyadi Syarif, dan ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kepanjen Ustadz Imam Makruf. Nama lain yang cukup santer disebut antara lain, Wakil Rektor II Universitas Islam Malang (Unisma), Noor Shodiq Askandar, SE MM dan Wakil Ketua PCNU, KH Syaiful Effendi,

Pemilihan rais syuriah akan ditentukan melalui forum Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Anggota forum AHWA ini ada lima orang. Nama-nama yang akan masuk dalam forum AHWA tersebut diusulkan oleh ranting, MWC, dan PCNU. Setiap ranting dan MWC hanya boleh mengusulkan satu nama untuk masuk dalam AHWA. Sedangkan PCNU berhak mengusulkan lima nama.Selanjutnya lima nama yang terbanyak dipilih oleh ranting, MWC, dan PCNU akan berhak masuk ke dalam AHWA. Rais syuriah akan ditentukan lewat musyawarah forum AHWA tersebut.

Penentuan ketua tanfidziyah harus dilakukan dengan cara pemilihan suara. Ada 433 suara yang berhak untuk memilih ketua tanfidziyah. Rincian suara tersebut berasal dari ranting sebanyak 389 suara, MWC 33 suara, dan PCNU satu suara. (*)