Wayang Suket vs Wayang Wolak-Walik Tutup Gebyar Bulan Bahasa di Unikama

Oct 27, 2016 23:30
Para seniman menunjukkan kepiawaian memainkan wayang suket dan wayang wolak- walik dalam acara puncak gebyar Bulan Bahasa di Unikama (Foto: Ahmad Fauzan/ MalangTIMES)
Para seniman menunjukkan kepiawaian memainkan wayang suket dan wayang wolak- walik dalam acara puncak gebyar Bulan Bahasa di Unikama (Foto: Ahmad Fauzan/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Cara yang unik ditunjukan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) untuk menyemarakkan Bulan Bahasa Indonesia. Yakni dengan menggelar pagelaran wayang suket dan wayang wolak-walik, Kamis (27/10/16).

Menurut ketua pelaksana Rofinda Surya, kegiatan ini bukan semata peringatan Bulan Bahasa. "Namun sebagai mahasiswa harus  memiliki ide-ide baru dalam berkegiatan, terutama kegiatan yang menyenangkan namun memiliki esensi dan tidak melulu dengan acara seminar," ucapnya.

Baca Juga : Mahasiswi Unikama Jadi Delegasi Indonesia di PBB

Seperti pertunjukan kedua wayang tersebut. Wayang suket sejatinya adalah permainan tradisional anak-anak yang mulai ditinggalkan, sedangkan wayang wolak-walik merupakan produk khas Lek Joem yang diciptakan agar penikmat tradisi wayang lebih mudah mencerna makna-makna yang disampaikan oleh si dalang. 

Ditambahkan oleh dosen pembimbing HMPS Satrasia, Eko Urip Mulyanto, selain untuk meningkatkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia, pagelaran wayang tersebut juga sebagai wujud pelestarian budaya lokal di lingkungan kampus. 

Kegiatan tersebut juga melombakan beberapa kategori di siang hari diantaranya cipta puisi, baca puisi, teatrikal puisi. Sedangkan di malam hari menghadirkan musikalisasi puisi oleh grup Autis dari SMKN 11 Malang, Satrasia, dan ditutup dengan pagelaran Wayang Wolak-Walik.

Topik
Wayang SuketWayang Wolak WalikBulan BahasaUnikama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru