Illustrasi (Pesan KH Hasyim Asyari)
Illustrasi (Pesan KH Hasyim Asyari)

MALANGTIMES - Suksesi kepemimpinan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama  (PCNU) Kabupaten Malang akan berlangsung pada 28-30 Oktober mendatang di MTS NU Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang.

Saat ini sudah bermunculan nama-nama kandidat yang akan menjadi rais syuriah dan ketua tanfidziyah periode 2016-2021.

Untuk Rais Syuriah, setidaknya sudah ada empat nama yang muncul ke permukaan. Mereka adalah Pengasuh Ponpes Al Munawariyah Bululawang KH. Maftuh Said, Pengasuh Ponpes Sirathul Fuqoha Gondanglegi KH. Muhammad Dahlan Ghoni, Pengasuh Ponpes Al Rifai Singosari KH Farichin Muhsan, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Malang KH. Fadhol Hija'. Nama-nama mereka berpeluang menggantikan posisi KH. Muhammad Mansyur yang saat ini menempati posisi sebagai rais syuriah PCNU Kabupaten Malang.

Sedangkan untuk ketua tanfidziyah, setidaknya sudah ada delapan nama yang muncul ke permukaan. Mereka adalah ketua tanfidziyah saat ini KH. Bibit Suprapto, wakil ketua Syaiful Effendi, wakil rais syuriah H. Imam Sibaweh,  sekretaris KH. Abdul Mujib Syadzili, wakil sekretaris H. Imron Rosyidi Syarif, mantan ketua GP Ansor Kabupaten Malang Dr Umar Usman, dan ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kepanjen Ustad Imam Makruf, dan Wakil Rektor II Universitas Islam Malang (Unisma), Noor Shodiq Askandar, SE MM.

Sekretaris Panitia Konfercab NU ke 18 Kabupaten Malang KH Abdul Mujib Syadzili menjelaskan, untuk pemilihan ketua rais syuriah akan ditentukan melalui forum Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Anggota forum AHWA ini ada lima orang.

Nama-nama orang yang akan masuk dalam forum AHWA tersebut diusulkan oleh ranting, MWC, dan PCNU.

Setiap ranting dan MWC hanya boleh mengusulkan satu nama untuk masuk dalam AHWA. Sedangakan PCNU berhak mengusulkan lima nama.

"Lima nama yang paling banyak dipilih ranting, MWC, dan PCNU itulah yang nantinya berhak masuk dalam AHWA. Mereka nantinya yang akan bermusyawarah untuk menunjuk ulama yang akan menjadi rais syuriah," ujar Gus Mujib, sapaan akrab KH Abdul Mujib Syadzili.

Kriteria ulama yang dipilih masuk dalam AHWA haruslah zuhud atau jauh dari kepentingan dunia, warok atau berhati-hati dalam mengambil sikap, muharik atau bisa menjadi penggerak, dan munadzin atau berbudi luhur.

Sedangkan untuk penentuan ketua tanfidziyah dilakukan dengan cara pemilihan suara. Ada 433 suara yang berhak untuk memilih ketua tanfidziyah.

Rincian suara tersebut berasal dari ranting sebanyak 389 suara, MWC 33 suara, dan PCNU satu suara.

Gus Mujib menjelaskan, dalam pemilihan ketua tanfidziyah, ada dua tahap. Pertama adalah penjaringan. Pada tahap ini, semua nama kandidat harus mendapatkan persetujuan dari rais syuriah terpilih. "Jadi, jika namanya tidak disetujui rais syuriah, maka kandidat tersebut tak boleh melaju pada tahap berikutnya," tambahnya.

Untuk saat ini, terang Gus Mujib, sedang dibahas mengenai tata tertib bahwa yang berhak melaju ke tahap pemilihan minimal mempunyai 99 suara.

 "Nama yang terbanyak dipilih para peserta konfercab itulah yang nantinya akan menjadi ketua tanfidziyah NU untuk lima tahun ke depan," pungkas Gus Mujib.