Penjaga Candi Jago, Tumpang, Surjadi (kiri), Budayawan Bali, Ngurah Paramartha (tengah) menghadiri Literasi Sungaraja-Singhasari di Taman Hotel, Lovina, Singaraja, Bali, Senin, (24/10/2016). (Foto : Istimewa)
Penjaga Candi Jago, Tumpang, Surjadi (kiri), Budayawan Bali, Ngurah Paramartha (tengah) menghadiri Literasi Sungaraja-Singhasari di Taman Hotel, Lovina, Singaraja, Bali, Senin, (24/10/2016). (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten Malang menghadiri Seminar Literasi Singaraja-Singhasari Mitreka Buddhaya yang berlangsung pada Senin-Selasa, (24-25/10/2016), di Taman Hotel, Lovina, Singaraja, Bali.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dina Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Acara ini merupakan rangkaian Singhasari Literasi Festival pada 29 September sampai 1 Oktober 2016 lalu di Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengatakan seminar Literasi Singaraja-Singhasari Mitreka Buddhaya ini mengungkap dan menelusuri jejak sejarah kebudayaan Kerajaan Singhasari dan Kerajaan Singaraja yang memiliki kesamaan.

"Memang pada masa Kerajaan Singosari memiliki kesamaan dengan Kerajaan Singaraja, Bali. Kesamaan yang terungkap melalui temuan relief yang berbentuk Singa Nara Murti," kata Made.

Kesamaan pada masa Kerajaan Singhasari dengan Kerajaan Singaraja, bila ditarik benang merah ditemukannya relief Patung Nara Singa Murti.

Terbukti, Kerajaan Singhasari di masa Hindhu-Budha Tahun 1222-1292 Masehi, ditandai dengan adanya penemuan prasasti dan susastra yang menjadikan informasi mengenai sejarah kebesarannya.

"Tak hanya mengungkap kesamaan penenmuan dan kebudayaan saja. Seminar ini juga mengkaji lebih luas dan mendalam mengenai psiko histori kepribadian Ken Arok, rekonstruksi historis arkeoligi kedawaian Singhasari dan jejak visual Balidwipamandala," paparnya.

Kemudian, kegiatan ini juga bertujuan mengupas tuntas pakiran I Jero Makabehan di Singhasari-Kediri dan Balidwipamandala, melalui arsitektur keagamaan pada masa Kerajaan Singhasari.

"Terbukti ditemukannya relief Singa Nara Murti di Candi Jago, Tumpang, Kabupaten Malang. Jadi, Kerajaan Singosari memang ada keterkaitannya dengan Kerajaan Singharaja di Bali," ujarnya.

Kegiatan yang digelar selama dua hari ini, para rombongan dari Pemerintah Kabupaten Malang juga berkunjung ke jelajah pura (Kubutambahan) di Pura Kawitan, Pura Meduwe Karang, Pura Kepatihan, Pura Negara Gambur Anglayang, Pura Sang Pandiya dan Pura Puseh Penegil Dharma.