Sosialisasi Rehabilitasi Narkoba di Pondok Pesantren Al Rifaai II Gondanglegi (Foto: Nana/ MalangTIMES)

Sosialisasi Rehabilitasi Narkoba di Pondok Pesantren Al Rifaai II Gondanglegi (Foto: Nana/ MalangTIMES)



MALANGTIMES - Pecandu narkoba jangan takut untuk melaporkan diri kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang. Begitulah pesan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Rehabilitasi BNN dalam sosialisasi bahaya narkoba di Pondok Pesantren  Al Rifai II Kecamatan Gondanglegi.

"Jangan takut untuk melapor pada kita kalau misalnya ada yang menjadi pecandu narkoba. Kita akan melindungi pecandu dengan merahibilitasinya sampai sembuh," kata Mohammad Khoirul.

Pernyataan Khoirul dilandasi dengan adanya stigma negatif yang masih tumbuh di masyarakat mengenai pecandu narkoba yang identik dengan penjahat.

"Stigma ini yang membuat pecandu takut untuk melapor diri. Mereka beranggapan kalau mereka melapor akan langsung ditangkap," kata Khoirul.

Kondisi tersebut yang menyebabkan pecandu narkoba di Kabupaten Malang masih minim untuk datang dan melaporkan dirinya kepada BNN dalam upaya rehabilitasi ketergantungan narkoba.

"Dengan kondisi tersebut, kita dari BNN Kabupaten terus melaksanakan sosialisasi narkoba, terutama tentang rehabilitasinya seperti yang sudah kita laksanakan di 13 pondok pesantren di Kecamatan Gondanglegi, (22/10)," kata Edy Purnomo, Staf BNN Kabupaten Malang.

"Anggapan pecandu adalah kriminal yang harus berhadapan dengan hukum yang membuat mereka takut. Akhirnya sangat minim pecandu di Kabupaten Malang lapor diri ke BNN," lanjut Edy. 

Masih menurut Edy, kondisi tersebut yang akhirnya membuat BNN terus menggiatkan sosialisasi secara gencar. 

"Pecandu narkoba tidak sama dengan pelaku kejahatan yang harus dihukum. Rehabilitasi merupakan solusi untuk mengembalikan fungsi sosial dan seluruh biaya ditanggung oleh Negara," pungkasnya.

End of content

No more pages to load