MALANGTIMES - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus intensifkan ketangguhan masyarakat desa dalam menghadapi bencana alam.

Melalui berbagai pelatihan mitigasi, BPBD telah menciptakan 4 desa tangguh bencana di Kabupaten Malang, yaitu Desa Tamansari Kecamatan  Ampelgading,  Desa Pait Kecamatan Kasembon, Desa Gajahharjo Kecamatan Gedangan dan Sidoasri.

"Selama kurun waktu setahun ini, kita terus galakan desa tangguh bencana sambil menunggu bantuan alat pendeteksi gerak tanah dan tsunami dari Jepang,"kata Joni Samsul Hadi, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kab. Malang, Kamis (13/10) di ruang kerjanya.

Pelatihan mitigasi pada masyarakat yang daerahnya rawan bencana yang digalakan oleh BPBD, lanjut Joni, agar saat terjadi bencana tidak menimbulkan korban jiwa.

"Bencana alam yang dipicu pemanasan global terjadi dimana-mana dan ini tidak biaa dihindari. Kita hanya bisa untuk meminimalisir resiko dari bencana tersebut,"ungkap Joni yang menyampaikan hampir sekitar 75 desa di Kabupaten Malang masuk dalam peta rawan bencana banjir dan longsor.

"Kondisi inilah yang membuat BPBD Kabupaten terus intensifkan berbagai program pencegahan dan kesiapsiagaan bencana melalui pelatihan dan penyadaran kepada masyarakat,"ujar Joni yang juga menyampaikan di tahun 2017 akan meningkatkan desa tangguh bencana sekitar 5 desa yang masuk peta rawan bencana.

Mengenai rencana bantuan alat deteksi bencana dari Jepang, Joni menyatakan ini merupakan hasil koordinasi BPBD Kab. Malang dengan BPBD Provinsi Jawa Timur.

"Sudah disurvei juga oleh orang Jepang di Desa Lebakharjo Kecamatan Ampelgading, dan nanti akan dipasang 1 unit alat deteksi gerak tanah dan tsunami,"kata Joni yang berharap bantuan alat ini juga bisa ditambah untuk Desa Sitiarjo dan Desa Pujiharjo.