Direksi PD Jasa Yasa ketika masih bersama di acara Larung Suroan Balekambang 4 Oktober lalu. Direktur Utama M. Arief Wicaksono (dua dari kanan), Direktur Usaha Ahmad Faiz Wildan (kanan), dan Direktur Administrasi Dwi Hari Cahyono (kiri).
Direksi PD Jasa Yasa ketika masih bersama di acara Larung Suroan Balekambang 4 Oktober lalu. Direktur Utama M. Arief Wicaksono (dua dari kanan), Direktur Usaha Ahmad Faiz Wildan (kanan), dan Direktur Administrasi Dwi Hari Cahyono (kiri).

MALANGTIMES - Tersiarnya kabar mundurnya Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa M. Arief Wicaksono membuat seisi BUMD milik Pemkab Malang tersebut gaduh. Baik di kalangan direksi maupun karyawan Jasa Yasa terkaget-kaget dengan mundurnya Arief secara mendadak.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Direktur Administrasi PD Jasa Yasa Dwi Hari Cahyono menjelaskan, selama ini Arief tak pernah membahas rencana pengunduran dirinya. "Tak ada pembicaraan apapun dengan direksi ataupun karyawan. Makanya kami sangat kaget begitu mendengar Pak Arief mengundurkan diri," kata Dwi.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Malang tersebut menyatakan dirinya akan melakukan klarifikasi langsung dengan Arief. Dia akan menanyakan berita yang dimuat MALANGTIMES soal pengunduran dirut Jasa Yasa itu benar adanya atau tidak. "Saya sebentar lagi akan bertemu dengan Pak Arief, akan saya tanyakan langsung mengenai berita pengunduran diri tersebut," ucap Dwi.

Secara pribadi, lanjut Dwi, dia sangat enjoy dengan Arief. Sebab orangnya mempunyai kualitas mumpuni. Karenanya, dia sangat menyayangkan jika Arief benar-benar mundur dari direksi Jasa Yasa. 

Dwi menerangkan, selama ini tak pernah ada persoalan di internal direksi Jasa Yasa. "Dulu beliau memang sempat ngomong sama saya. Menurut Pak Arief, Jasa Yasa sebenarnya bukan dunianya, beliau lebih senang ada di bank. Namun, saat itu beliau tak pernah mengungkapkan keinginannya untuk mundur," jelas mantan politisi PKS tersebut.

Arief sendiri sebenarnya bisa dibilang singkat memegang tongkat kepemimpinan PD Jasa Yasa. Dia belum genap satu tahun menjabat dirut. Arief dilantik pada 15 November 2015 lalu. 

Kekagetan serupa juga dialami Direktur Usaha Jasa Yasa Ahmad Faiz Wildan. Dia menerangkan, Jasa Yasa sangat kehilangan sosok Arief. "Pak Arief mempunyai multipotensi. Di Jasa Yasa sendiri, beliaunya sudah sangat berbuat banyak untuk perusahaan ini. Terbukti perusahaan ini mempunyai banyak indikasi kemajuan," sambung dia.

Bagi direksi dan karyawan Jasa Yasa, kepemimpinan Arief walaupun singkat, dirasanya sangat memberikan memori positif.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Sementara itu, Arief sendiri mengatakan, mundurnya dirinya lebih banyak karena latar belakangnya di dunia perbankan. 

"Masa bakti hampir 25 tahun di bidang swasta (perbankan) telah sangat kuat membentuk karakter profesional saya," ujar Arief.

Namun kesempatan berkarier dalam birokrasi Pemkab Malang, khususnya di PD Jasa Yasa, bagi Arief, telah memberikan pembelajaran lain yang jauh berbeda, namun sangat berarti untuk melengkapi. Nuansa kekeluargaan dan silaturahmi begitu kental dan hangat.

"Pengalaman hampir setahun di Jasa Yasa saya ibaratkan seperti kuliah di S3. Saya berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Pak Sekda atas kesempatan dan kepercayaan yg telah diberikan," jelasnya. Dari pengalamannya selama mengelola Jasa Yasa, dia menyimpulkan BUMD itu bisa punya kinerja baik.

"Saya mencoba membuktikan itu di Jasa Yasa. Namun pada akhirnya, kita dihadapkan pada pilihan. Saya memilih untuk melanjutkan perjalanan di tempat yang berbeda," tanbah dia.

Arief menyatakan, ada tantangan dan kesempatan baru di tempat lain yang mungkin membuka ruang lebih luas bagi pengembangan karier dan profesionalisme. "Sebagai seorang profesional, saya kira itu hal yang wajar dan manusiawi," tutupnya.