Teater Sederhana, Energi Bangun Pagi Bahagia

Oct 13, 2016 09:42
Penampilan Teater Sederhana di atas panggung di Laboratorium Drama Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Rabu (12/10/2016) malam. (Foto : Ajeng Mutiara Tomy/MalangTIMES)
Penampilan Teater Sederhana di atas panggung di Laboratorium Drama Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Rabu (12/10/2016) malam. (Foto : Ajeng Mutiara Tomy/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah sore harinya menggelar launching buku puisi berjudul Energi Bangun Pagi Bahagia, Andy Sri Wahyudi selaku penulis juga menggelar teater sederhana pada malam hari di Laboratorium Drama Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Rabu (12/10/2016) malam.

Baca Juga : Mahasiswa di Malang Kritik Aksi Perusak Lingkungan Lewat Lukisan

Teater ini berbeda dengan teater-teater umumnya, dimana seharusnya ada banyak pemeran, tata artistik yang mewah, dan aula yang luas dengan kapasitas penonton tak terhitung.

Namun sangat berbeda, teater ini adalah teater pengiring launching buku puisi Andy Sri Wahyudi.

Sudah kedua kalinya Andy menggelar teater setiap peluncuran buku puisi. Kali ini bersamaan dengan launching bukunya, Energi Bangun Pagi bahagia, pun digelar teater dengan judul yang sama.

Mengapa judul buku dan teaternya adalah Energi Bangun Pagi Bahagia? Penulis sekaligus pantomimer kelahiran 13 Desember 1980 ini mengaku bahwa itu adalah judul puisi dalam kumpulan tersebut.

“Sejujurnya saya hendak mengatakan bahwa ada sebuah energi bangun tidur yang dapat menghidupkan banyak hal. Sebab di sanalah awal sebuah semangat, tekad, dan niat.” ujarnya.

Teater ini menceritakan tentang tugas seorang pemimpin seharusnya adalah membuat rakyatnya bangun pagi bahagia.

Sebuah kisah tiga remaja jalanan di masa pemerintahan orde baru (Soeharto). Pemerintahan yang mengajari mereka untuk mencintai tanah air dan bangga menjadi bangsa Indonesia.

Baca Juga : FSP Moodier, Inovasi Parfum Karya Mahasiswa UM dengan Wadah Fidget Spinner

Namun sayang mereka tidak tahu bagaimana caranya mencintai dan bangga dengan negaranya, sebab hari-hari mereka hanya di jalanan.

Yang mereka tahu hanyalah bertahan hidup. Hingga saat reformasi dikumandangkan, mereka terbawa arus reformasi, namun tetap pada dunia kecil mereka karena mereka tidak tahu dan tidak peduli dengan apa yang terjadi dalam pemerintahan Indonesia.

Mereka hanya mendidik diri mereka sendiri untuk bangun pagi bahagia dengan segala cinta dan cita-cita.

Teater tersebut berlangsung sederhana namun menarik dan indah dengan selipan puisi-puisi dari Andy selaku penulis dan pemeran dalam teater tersebut.

Sebelumnya, launching dan teater ini juga sudah digelar di beberapa kota, dan masih akan digelar di kota-kota lainnya di Jawa, termasuk juga di Bali dan di Lombok. Pagelaran seni ini adalah yang kesembilan di Malang.

“Berproses dengan mas Andy SW membuat saya belajar akan kesabaran, lebih banyak membaca dan mendengarkan.” kata Dinarto Ayub Marandhi, salah satu pemeran dalam teater Energi Bangung Pagi Bahagia.

Topik
Teater SederhanaEnergi Bangun Pagifakultas sastra Universitas Negeri Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru