Komisioner KPK, La Ode Muhammad Syarif saat memberikan kuliah umum di Fakultas Hukum Brawijaya Malang, Senin (10/10/2016) (Foto : Heryanto/MalangTIMES)

Komisioner KPK, La Ode Muhammad Syarif saat memberikan kuliah umum di Fakultas Hukum Brawijaya Malang, Senin (10/10/2016) (Foto : Heryanto/MalangTIMES)


Pewarta

Heryanto

Editor


KPK Awasi Kongkalikong Pejabat Malang Raya

MALANGTIMES - Kasus korupsi di Malang Raya sebenarnya cukup banyak. Karenanya, KPK tidak segan-segan menerjunkan tim ke Malang dan sejumlah daerah yang dinilai tingkat korupsinya akut.

Komisioner KPK La Ode Muhammad Syarif mengatakan kasus yang sudah ditangani KPK dan mempunyai bukti kuat, pasti akan dilanjutkan.

Ketika dikonfirmasi mengenai kasus adanya rekaman buceng, La Ode menjelaskan, jika para saksi sudah dimintai keterangan dan ada bukti yang kuat, maka kasus ini akan terus bergulir ke meja pengadilan.

"Pasti akan kami telusuri terus. Jika terbukti, maka akan kami tindak lanjuti hingga pengadilan," ucap La Ode kepada JATIMTIMES usai memberikan kuliah tamu di lantai VI Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang pada Senin (10/10/2016) pagi tadi.

Menurutnya, memang banyak pembahasan anggaran di daerah yang berindikasi korupsi. Dan pelakunya adalah pejabat eksekutif dan legislatif.

 "Pasti akan kami pantau terus. Namun, untuk saat ini saya tidak bisa memberikan keterangan lebih banyak mengenai kasus pembahasan perubahan APBD 2015 di Kota Malang. Biar semuanya diusut secara tuntas oleh penyidik," terang La Ode.

KPK saat ini sudah memeriksa belasan anggota DPRD Kota Malang dan beberapa pejabat eksekutif di lingkungan Pemkot Malang.

Mereka yang dipanggil adalah pejabat yang diduga terlibat dan mengetahui kasus upeti dalam pembahasan perubahan APBD 2015.

Menurut sumber JATIMTIMES, KPK sudah mempunyai rekaman pembicaraan antara Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono dengan beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Malang terkait upeti.

Dalam rekaman tersebut, kata upeti untuk memuluskan pembahasan APBD diganti istilahnya dengan buceng. Buceng sendiri dalam masyarakat Jawa merupakan sejenis tumpeng kecil.

"Di Malang ini korupsinya banyak, tapi tidak separah di Sorong. Di Sorong itu, bupatinya adalah suaminya, sedangkan ketua dewannya adalah istrinya. Tapi apapun, korupsi tetap harus diperangi. Korupsi yang di Malang Raya tetap kami pantau," tegas La Ode.

Untuk memantau korupsi di Malang Raya, KPK menerjunkan tim khusus yang keberadaannya tidak akan diketahui siapapun. 

End of content

No more pages to load