KPK Awasi Kongkalikong Pejabat Malang Raya

JATIMTIMES – Tidak hanya legislatif yang berusaha merahasiakan kasus rekaman buceng ini dari telinga publik, eksekutif pun tampaknya kompak sengaja menutup informasi ini dengan berbagai alasan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Drs Wasto, SH MH tidak membantah jika dirinya diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun 2015.

Namun, lagi-lagi  dirinya mengelak jika pemeriksaan yang dilakukan Juni 2016 lalu itu terkait langsung dengan kasus ‘Rekaman Buceng’ yang berisi dugaan kongkalikong upeti dalam pembahasan APBD Perubahan Kota Malang 2015 yang dalam rekaman diistilahkan dengan ‘Buceng’.

“Iya, saya ikut dimintai keterangan oleh KPK. Cuma itu soal proses dan mekanisme penganggaran saat itu. Semua bersifat normatif kok nggak ada yang terkait dengan apa yang sampean tanyakan itu (kasus rekaman buceng, red),” ujar Wasto.

Dia juga tidak bersedia merinci materi pemeriksaan yang dilakukan KPK saat itu. Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan merupakan hal yang biasa, tidak harus berkaitan dengan kasus penyelidikan dugaan korupsi.

“Nggak ada kasus yang serius kok terkait pemeriksaan itu. KPK hanya meminta keterangan yang sifatnya normatif tentang mekanisme penganggaran yang dilakukan oleh eksekutif dan legislatif,” bebernya.

Kasus Rekaman Buceng ini menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan belum banyak diketahui oleh publik khususnya Malang Raya.

Padahal, untuk menindaklanjuti kasus ini diam-diam KPK sudah menurunkan timnya ke Kota Malang setelah sebelumnya memeriksa para pejabat teras di Pemkot Malang maupun DPRD Kota Malang.

Mereka dipanggil secara bertahap sejak awal Juni 2016 lalu. Ada yang diperiksa satu kali, ada juga yang sudah dipanggil dua kali ke KPK untuk dimintai keterangan.

Menurut sumber JATIMTIMES yang meminta namanya dirahasiakan, anggota dewan dan pejabat eksekutif yang dipanggil sudah didengarkan rekaman tersebut oleh KPK pada saat diperiksa dahulu. Hanya saja, ketika diperiksa KPK, mereka membantah mengenal suara yang ada dalam rekaman.