BLITAR - Hujan yang terjadi terus menerus dalam beberapa hari terakhir di Blitar menyebabkan bukit setinggi 10 meter di sekitaran Kali Njari, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar mengalami longsor, Minggu (9/10/2016).

Untuk sementara tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ini, namun longsor menyebabkan jalur alternatif Blitar- Malang terputus karena material longsor berupa tanah dan batu menutupi seluruh jalan. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas arah Pasar Kanigoro menuju Selopuro mengalami kemacetan panjang, karena jalan tidak bisa dilewati.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Blitar, Ganef Rahmawanto mengatakan longsor yang terjadi kali ini menimpa warung dan rumah warga yang ada di sekitar tebing. Akibat peristiwa ini bagian depan warung hancur karena tertimpa material longsor.

”Kerugian yang diderita pemilik warung kurang lebih ya sekitar Rp 5 juta,” terangnya.

Sementara itu, beberapa pohon juga tumbang di lokasi longsoran termasuk puluhan pohon bambu. Tumbangnya pepohonan ini menurut Ganef tidak menyebabkan korban jiwa.

Ganef menambahkan, saat ini petugas dari BPBD Kabupaten Blitar, Polsek Selopuro dan warga sekitar sedang melakukan pemotongan pohon dan pembersihan tanah dan lumpur di jalur yang terputus.  

Arus lalu lintas dari Kanigoro dialihkan langsung ke arah Keningaran Kecamatan Talun dari simpang 3 Duren. sementara dari arah Pasar Selopuro dialihkan menuju Pandean Kecamatan Wlingi.

“Petugas Kepolisian juga membuka jalur alternatif dari selopuro melewati jalan Dusun Kebonsari Desa Mronjo Kecamatan Selopuro yang  tembus simpang 3 Duren Kecamatan Talun,” tandasnya.

Lebih lanjut Ganef menyampaikan, BPBD Kabupaten Blitar memastikan  puluhan rumah yang ada di atas tebing dalam kondisi aman karena lokasinya jauh dari bibir tebing yang longsor.(*)