Para peserta program dari Bekarf yang menunjukkan hasil karyanya.(5/10/2016)
Para peserta program dari Bekarf yang menunjukkan hasil karyanya.(5/10/2016)

MALANGTIMES - Pengembangan peluang usaha yang memanfaatkan kain perca di Malang masih terbuka. Karena itu, Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif Indonesia) mencanangkan program fasilitasi pembentukan EPPQ (ekosistem pusat kreatif patchwork & qiulting) di Malang Raya.

Program tersebut diharapkan bisa memacu munculnya tangan dan pikiran kreatif. Dengan demikian, pemanfaatan kain perca atau kain sisa jahit yang kadang terbuang bisa diubah menjadi sesuatu yang menarik, bahkan mempunyai nilai ekonomis yang bisa membantu ekonomi masyarakat.

Baca Juga : Lawan Covid-19, Pewarta Kodew Malang Bagikan Vitamin ke Tukang Becak

Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fisik Bekraf Selliane Halia Ishak menjelaskan, lewat pendampingan serta pelatihan di Kota Malang ini, para peserta diharapkan bisa memacu kreativitas. Mereka juga didorong bisa menangkap potensi atau peluang kerajinan patchwork and quliting yang sangat bagus. 

"Sebanyak 50 peserta dari sekitar Malang Raya sangat antusias mengikuti program ini. Dan memang terbukti selama tiga bulan, para peserta bisa membuat karya yang bagus dan luar biasa. Mereka memang sangat berpotensi sekali untuk berkembang lebih jauh," ungkapnya.

Program ini akan ditutup 6 Oktober. Jadi, potensi para peserta memang sangat digenjot untuk berkembang. "Ke depan nantinya kita kan tinggal menyalurkannya ke pasar indonesia yang situasinya masih bagus dan masih terbuka lebar," ucap Selliane.

Baca Juga : Rektor UM Benarkan Ada Dosen yang Positif Covid-19

Dan dengan berkembangnya ekosistem yang tumbuh dengan baik yang bisa berimbas pada ekonomi kreatif, ke depan Selliane berharap bisa membawa dampak positif khususnya untuk Kota Malang sendiri. (*)