Sejumlah jurnalis melakukan orasi (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Sejumlah jurnalis melakukan orasi (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES -  Kasus penganiayaan oleh oknum TNI kembali menimpa salah seorang jurnalis televisi swasta nasional saat meliput  peringatan 1 Muharram di Madiun, Minggu (2/10/2016). 

Peristiwa tersebut bukan yang pertama kali. Masih lekat dialam ingatan semua orang sejumlah kasus penganiayaan terhadap jurnalis seperti yang terjadi di Medan yang juga di lakukan oleh oknum TNI. Perbuatan tersebut jelas bertentangan dengan UU No.40 tahun 1999 tentang kebebasan Pers.

Menyikapi persoalan tersebut, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Malang Raya (JMR), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melakukan aksi unjuk rasa menentang aksi kekerasan terhadap jurnalis tersebut.

Aksi tersebut dilakukan para wartawan di depan Balai Kota Malang, Senin (3/10/2016).

Perwakilan JMR, Deni Irwansyah yang juga merupakan wartawan salah satu televisi swasta mengutuk keras aksi kekerasan itu dan meminta aparat yang berwajib mengusut tuntas kasus ini.

"Kami mengutuk perbuatan TNI terhadap salah satu teman wartawan di Madiun itu.  Dalam undang-undang dijelaskan secara tegas bahwa jurnalis dilindungi dalam tugasnya dan peralatan kerjanya," tegasnya.

Peristiwa di Madiun itu, lanjutnya,  itu termasuk tindakan menghambat kerja dan tugas jurnalis. Oleh karena itu, oknum yang melakukan kekerasan itu jelas melanggar ketentuan undang-undang dan harus bisa diproses secara hukum.  

"Kami berharap aparat penegak hukum menindak tegas anggota Batalyon 501 Rider Madiun atas perbuatannya kepada rekan kami Soni Misdananto dan mendesak Komnas HAM mengusut aksi tersebut," tegasnya.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya bahwa telah terjadi penganiayaan terhadap kontributor televisi swasta nasional  yang diduga dianiaya oknum TNI.  Padahal waktu itu wartawan yang bersangkutan sudah menunjukan bukti identitasnya sebagai seorang jurnalis.