Sekretaris Disbudpar Kabupaten Malang, Ainur Rofiq Mansur, Kepala Disbudpar Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara, Putri pemilik pusaka, Widianingsih, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko (Foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)
Sekretaris Disbudpar Kabupaten Malang, Ainur Rofiq Mansur, Kepala Disbudpar Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara, Putri pemilik pusaka, Widianingsih, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko (Foto: Imam Syafii/ MalangTIMES)
Singhasari Literasi Festival

MALANGTIMES - Dalam penutupan Singhasari Literasi Festival, Bupati Malang, Rendra Kresna memberikan piagam penghargaan peran pemilik 12 pusaka, H. M. Thohir warga Jalan Sultan Agung Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang di Candi Jago, Sabtu (1/10/2016).

Pemberian penghargaan tersebut dalam rangka pelestarian sejarah budaya bangsa dengan menghibahkan pusaka ke Museum Singhasari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Secara simbolis pusaka tersebut diserahkan oleh Bupati Malang yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara didampingi Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko kepada H. M. Thohir yang diwakili putrinya Widianingsih di area Candi Jago.

Putri H. M. Thohir, Widianingsih menjelaskan pusaka yang dihibahkan ke Museum Singhasari bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pembelajaran sejarah kepada masyarakat.

''Saya berharap masyarakat akan sadar melestarikan dan mempelajari sejarah, serta memberikan manfaat yang positif,'' ungkap perempuan 44 tahun ini kepada MalangTIMES.

Dia menjelaskan, penghargaan ini diberikan kepada Thohir karena selama ini sudah merawat ke-12 pusaka dengan baik. Ia pun dengan ikhlas dan sukarela menghibahkan pusaka tersebut.

''Saya sendiri hanya mengetahui dua pusaka saja yang dimilikinya. Ternyata jumlah ada 12 pusaka yang didapatkan dari para leluhurnya,'' paparnya.

Lanjut dia, ayahnya dititipi pusaka itu dari kakek buyutnya. Lalu ia mendapatkan mandat untuk merawat pusaka itu sekitar 26 tahunan.

“Ada beberapa kolektor benda pusaka dari Indonesia dan mancanegara untuk membelinya dengan harga ratusan juta per pusaka. Namun ayah tidak melepasnya karena sudah ada pesan dan amanah dari leluhur,” jelasnya.

Jenis pusaka milik M. Thohir yang dihibahkan diantaranya Keris Brewu Manik, Gajah Sabrang, Mata Aji, Brewu Mustaka, Pecut Sewu, Sangga Buwana, Cungkrik Babat Sangkala, Tombak Suca Kencana, Tombak Sabuk Bumi, Tombak Suta Aji, Pedang Wulung Sakti, Pedang Kencana Sewu.