HIMPIS Unikama Perkuat Seni di Kampus Multikultural

Sep 25, 2016 15:04
Suasana pelatihan mental dan kedisiplinan yang digelar HIMPIS Unikama di Bedengan Dau (Foto: Fadil/ MalangTIMES)
Suasana pelatihan mental dan kedisiplinan yang digelar HIMPIS Unikama di Bedengan Dau (Foto: Fadil/ MalangTIMES)

MALANGTIMESĀ - Menjadi kampus multikultural, keberadaan himpunan mahasiswa di bidang seni tentunya menjadi keharusan.

Baca Juga : Mahasiswa di Malang Kritik Aksi Perusak Lingkungan Lewat Lukisan

Hal inilah yang membuat Himpunan Mahasiswa Pecinta Seni (Himpis) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) terus melakukan regenerasi. Salah satunya dengan menggelar diklat kepada anggota baru di Bedengan Dau sejak Jumat (23/09/2016) hingga Minggu (25/09/2016).

Dalam diklat tersebut, Ketua Himpis, Richi menyampaikan kepada seluruh anggota yang ikut diklat untuk benar- benar mendalami seni menurut bidangnya masing- masing. Sehingga Himpis tidak hanya menjadi tempat tongkrongan dan hura hura.

"Apalagi Unikama merupakan kampus yang multikultural yang tentunya banyak menyimpan potensi seni. Saya berharap penuh kali ini, agar tidak seperti tahun- tahun yang lalu, setelah diklat selesai, urusan seni juga selesai," tuturnya.

Richi juga berharap kepada semua anggota yang lama agar tetap mengawal dan memberikan pelatihan yang rutin kepada anggota baru. Para anggota baru yang ikut kali ini terdiri dari beberapa jurusan. Bahkan ada yang dari Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK).

"Ini berarti tanggapan yang baik untuk Himpis, sekarang ini anggota baru kita ada yang dari PGTK," tuturnya.

Himpis akan terus memperbaiki struktur kepengurusan. Menurutnya jika yang sudah tidak berkomitmen dan merugikan yang lain, dengan tegas dan baik akan dikelurkan dari kepengurusan. Di sinilah para pengurus belajar bersama, baik mental, akademik dan khususnya pendalaman seni.

Baca Juga : FSP Moodier, Inovasi Parfum Karya Mahasiswa UM dengan Wadah Fidget Spinner

Ia pun menjelaskan perihal seni. "Seni bagian dari budaya yang harus kita jaga dan kembangkan. Ini masa- masa kritis. Seni sudah dilupakan, pastinya lupa pula sama budaya sendiri. Lantas apa nilai saing nanti di kemudian hari," tuturnya.

Ia berharap kepada seluruh anggota dan peserta diklat yang terhitung kurang kebih 70 orang, agar bersama- sama menjaga Himpis dengan baik dan bisa berkarya lebih besar baik dalam lingkup kampus maupun di blantika musik Indonesia.

"Saya dengar, senior kami ada yang masuk finalis di KDI. Ini merupakan cintoh riil dari proses yang kami lakukan di sini akan membawa kami ke arah yang lebih baik," tuturnya.

Diklat yang digelar tersebut berbeda dari sebelumnya. Mengusung Tema Syaring yang artinya saling evaluasi bersama demi kemajuan UKM Himpis. Yakni dengan melatih cara berpikir yang brilians atau cemerlang sehingga mampu menanggapi hal yang berguna bagi diri dan masyarakat. Serta menumbuhkan kreativitas secara pribadi.

Topik
HIMPISUniversitas Kanjuruhan Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru