JATIMTIMES, MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang dinilai kurang memiliki perhatian terhadap keberadaan mangrove di wilayah Clungup,  Desa Sendangbiru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Kurangnya perhatian itu terutama dalam hal regulasi tentang pengelolahan mangrove yang dijadikan wisata edukasi tersebut.

Kritik itu disampaikan Ketua Yayasan Bhakti Alam Sendangbiru, Saptoyo, pengelola Clungup Mangrove Conservation (CMC) yang saat ini genap berusia 16 tahun.
Saptoyo  berharap terhadap pemkab lebih memberikan perhatian dalam pengelolaan MCM, terutama dalam regulasi izin pengelolaan.

Menurut dia, selama ini setiap setahun sekali Yayasan Bhakti Alam Sendangbiru  selalu melakukan perpanjangan izin pengelolahan wisata. "Perizinan itulah yang menurut kami kurang pas. Soalnya, bisa saja saat ini kami di sini tapi ke depannya akan tergusur," ucapnya.

Saptoyo menyatakan, pengelolaan mangrove haruslah integral dalam perencanaan.  Tidak bisa saat pengelola mangrove diganti, rencana dan hasil pengelola yang sudah jadi dibuang begitu saja. "Perubahan iklim telah ikut serta dalam kerusakan mangrove di Sendangbiru. Jangan sampai regulasi mengenai pengelolaan CMC akan menjadi bagian dari ketidaktepatan dalam pengelolaan tersebut," ungkapnya.

CMC,  yang menjadi salah satu wisata edukasi pantai di Kabupaten Malang, haruslah tetap  dijaga kelestarian agar kelangsungan ekosistem pesisir terpelihara. 
"Sejak 2004, kami bersama warga terus mengampanyekan  kepedulian terhadap ekosistem alam yang ada sehingga sumber daya alam ini dapat terjaga dengan baik sebagai warisan generasi kedepan," papar Saptoyo.

Bapak satu anak itu menambahkan bahwa operasional CMC ini mengedepankan kemandirian khususnya dari segi biaya melalui swadaya masyarakat. Jadi, CMC berharap Pemkab Malang meninjau ulang regulasi pengelolaan CMC sehingga pola pengelolaan tetap berbasis pada masyarakat tanpa harus setiap tahun memperbaharui izin. ”Nanti timbul praduga yang lain," ujar Saptoyo.

Namun, dia menyatakan tetap menghormati kebijakan pemkab. "Evaluasi tetap penting dalam rangka menjaga dan melestarikan mangrove kita," pungkasnya. (*)