Datangkan Psycholog, STIKES WCH Siapkan Wisudawan Hadapi MEA

Sep 22, 2016 11:38
Dekan Fakultas Psikologi UYP yang juga dosen tidak tetap STIKES WCH dan UB Malang, Estalita Kelly, dalam Workshop Motivasi dan Persiapan Karier di STIKES WCH Kepanjen (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Dekan Fakultas Psikologi UYP yang juga dosen tidak tetap STIKES WCH dan UB Malang, Estalita Kelly, dalam Workshop Motivasi dan Persiapan Karier di STIKES WCH Kepanjen (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sekolah Tinggi Kesehatan Widya Cipta Husada (STIKES WCH) Kepanjen gandeng Dekan Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan (UYP).

Ia didatangkan khusus dalam Workshop Motivasi dan Persiapan Karier dalam Menghadapi Dunia Kerja di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN, di Lantai III Gedung Baru STIKES WCH Kamis (22/09/2016).

Workshop tersebut dihadiri 116 calon wisuda D-3 dan S-1 dari total 14.54 orang yang akan diwisuda tanggal 24 September 2016.

"28 orang calon wisuda yang tidak hadir, karena sudah mendapatkan kerja, sisanya dalam persiapan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi," ungkap Ika Cahyaningrum, Wakil Ketua III Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STIKES WCH.

Materi Workshop yang disampaikan oleh Dra. Estalita Kelly, M.Si Dekan Fakultas UYP lebih menekankan pada dasar dan teknik awal calon pekerja masuk ke dunia kerja.

"Hal terpenting dalam kesuksesan melamar kerja adalah bagaimana calon pelamar merumuskan cara menampilkan dirinya lewat surat lamaran kerja," urai Estalita yang juga dosen tidak tetap STIKES WCH dan UB Malang ini.

Tulis tangan, pakai komputer dalam membuat surat lamaran, tidak ada aturannya. Yang terpenting CV bisa menggambarkan utuh calon pelamar, lanjut Estalita.

Selain hal tersebut, teknik menghadapi wawancara juga dikupas tuntas, terutama tips dan triknya bagi pelamar kerja.

"Jangan minder, itu adalah dasarnya. Dalam wawancara pelamar wajib aktif untuk menampilkan utuh kompetensinya sesuai dengan yang dituliskan di CV," terang Estalita.

Menurutnya, dalam wawancara pelamar wajib berbicara lebih banyak dibandingkan dengan si pewawancara.

"Kisarannya 70-80% pelamar berbicara," kata Dekan Fakultas Psikologi alumnus Magister Universitas 17 Agustus Surabaya tahun 2003 ini.

Estalita juga mewanti-wanti dalam wawancara biasanya pihak yang akan mempekerjakan calon pekerja, selalu menyebar tamu atau orang misterius.

"Mereka ini yang secara tersembunyi melakukan penilaian sebelum wawancara dimulai. Sifatnya terselubung, tapi sangat berperan penting bagi hasil wawancara," tuturnya.

Sesi terakhir dari materi workshop, Estalita menyampaikan juga tentang tes psikologi yang selalu menjadi momok pelamar kerja.

"Tapi intinya, tes kepribadian yang paling penting dalam psikotes ini," katanya sambil memberikan bocoran tentang cara menghadapi tes psikologi.(*)

Topik
Universitas Yudharta PasuruanWorkshop STIKES Widya Cipta Husada

Berita Lainnya

Berita

Terbaru