Proyek Monorel Tinggal Selangkah Lagi, Investor Nyatakan Siap

Wali Kota Malang, HM Anton saat melakukan pertemuan dengan calon investor monorel di Jakarta, Kamis (22/9/2016). (Foto: Heryanto/MalangTIMES)
Wali Kota Malang, HM Anton saat melakukan pertemuan dengan calon investor monorel di Jakarta, Kamis (22/9/2016). (Foto: Heryanto/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keseriusan Pemkot Malang mencari solusi mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Malang dengan membangun monorel ternyata tidak sekadar wacana. 

Proyek besar ini tidak lagi sebatas impian kosong yang jauh dari realitas karena rencana ini selangkah lagi  akan menjadi kenyataan. 

Kepastian ini diperoleh setelah Wali Kota Malang, HM Anton dan tim dari Pemkot Malang bertemu langsung dengan calon investor monorel di Jakarta, Kamis (22/9/2016) pagi ini.

Wartawan MalangTIMES (JatimTIMES Group) menjadi satu-satunya media yang mengikuti langsung proses perundingan dan pembahasan proyek ini.

Dalam pertemuan ini, PT Indonesia Transit Central sebagai calon investor proyek ini sudah menyatakan siap membangun proyek bergengsi dan satu-satunya di Indonesia ini. 

Wali Kota Malang, HM Anton mengatakan kesiapan investor membangun monorel ini menjadi angin segar bagi publik Kota Malang yang selama ini mengharapkan solusi konkret dari ruwetnya problem kemacetan lalu lintas di Kota Malang. 

Wali Kota Malang, HM Anton menjelaskan rencana pembangunan monorel di Kota Malang kepada calon investor, Kamis (22/9/2016). (Foto: Heryanto/MalangTIMES)

Bahkan, jika proyek ini segera terealisasi dalam waktu dekat maka Kota Malang menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang tidak hanya sekadar melempar wacana tentang proyek monorel tetapi merealisasikannya seperti yang dilakukan oleh negara-negara maju di dunia.  

“Ini tinggal kesiapan masyarakat Kota Malang saja bagaimana menyambut dan mendukung rencana yang sudah di depan mata ini. Pemkot benar-benar serius berfikir untuk ini agar persoalan yang ada terkait lalu lintas bisa segera dipecahkan,” katanya kepada MalangTIMES di sela-sela pertemuan dengan calon investor monorel di Jakarta, Kamis (22/9/2016). 

Dijelaskan, sesuai rencana, pembangunan monorel ini akan memakan waktu 2 – 3 tahun.  

Rencana Pemkot Malang membangun monorel sebagai solusi terhadap problem kemacetan lalu lintas di Kota Malang yang kian tak terbendung ini sebelumnya juga sudah mendapat apresiasi dan respons positif dari Universitas Brawijaya Malang (UB). 

Rektor Brawijaya, Prof. Dr. Moh Bisri mengatakan kampus UB akan mendukung sepenuhnya proyek ini dengan membantu melakukan kajian-kajian yang diperlukan agar rencana ini segera terealisasi. 

“Monorel memang akan menjadi solusi yang baik untuk mengatasi kemacetan di Kota Malang. Kami akan siap membantu agar proyek ini bisa segera terealisasi. Sebab, kemacetan adalah problem kita bersama termasuk kampus UB yang setiap tahun mendatangkan puluhan ribu mahasiswa baru,” beber Prof Bisri.

Editor :
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top