Penghuni Lapas Wanita II Minta Dibangunkan Masjid

Sep 16, 2016 17:26
HM. Anton saat menyampaikan sambutan di pengajian Lapas Wanita (Foto: Muslimin/ MalangTIMES)
HM. Anton saat menyampaikan sambutan di pengajian Lapas Wanita (Foto: Muslimin/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Meski di Lapas Wanita II Jln. Kebonsari Kecamatan Sukun Kota Malang belum memiliki masjid, tak menyurutkan penghuninya untuk mengaji.
 

Baca Juga : Semarak 70 Tahun Koperasi, Abah Anton Lepas 600 Peserta Gerak Jalan

Seperti yang terlihat Jum'at (16/09/2016) mereka menggelar pengajian di aula Lapas.
Mereka sudah punya jamaah pengajian yang bernama An Nisa' dan beranggotakan 300 warga binaan Lapas Wanita II.
 

Kegiatan ini dihadiri oleh Pembina Lapas sekaligus Wali Kota Malang H. M Anton, pimpinan jamaah pengajian An Nisa' Gus Wahid, sekaligus penceramah, Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang P. , Kalapas Wanita II Ngatirah B.CIP, SH. MH. Dan Ust Andi sbg penceramah ke 2.

Dalam sambutanya H. M Anton berharap, Lapas Wanita II Sukun ini sebagai pondok pesantren pagi penghuninya, karena sudah punya jamaah pengajian An Nisa' dengan dipimpin Gus Wahid.
"Jangan sampai kita meninggalkan sholat 5 waktu dan kalau bisa berjamaah di awal waktu, dengan kedekatan kita dengan sang pencipta di harapkan hati kita menjadi tenang dan damai. Kita juga harus saling menghormati dengan sesama, karena di sini juga berbaur dengan yang lainya," ucap Anton.
Ia menambahkan, kalau penghuni di sini bisa hidup saling rukun, ia yakin nantinya saat kembali ke masyarakat mereka bisa mengatasi permasalahan dan di terimah oleh masyarakat."Dan juga dengan bekal pembinaan selama di lapas ketika sudah keluar diharapkan bisa hidup mandiri dalam menjalani kehidupan," tambahnya.

Kalapas Ngitirah B. CIP. SH. MH juga berharap nantinya Walikota Malang bisa membangunkan atau merenovasi aula tersrbuy menjadi masjid dan diperluas. Karena sudah tidak muat kalau di pakai jamaah bersama"Ini permintaan penghuni lapas. Kami setiap hari jamaah di aula sini untuk Sholat Dluhur dan Ashar, sedangkan Maghrib, Isyak dan Subuh Sholat di kamar masing2," urainya.
 

Baca Juga : Wali Kota Nonsan Korea Selatan Gandeng Kota Malang

Karena hal itulah lapas ini ditunjuk sebagai percontohan Lapas Nasional yang religius selain di Cianjur.
"Ini sebagai kurikulum kami, selain itu juga diharuskan untuk hafalan asmaul husna bagi penghuni lapas dan juga dapat ketrampilan pengembangan Bakery dan rajut imbuhnya.

Topik
Lapas Wanita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru