Java Coffee Kabupaten Malang

TNI-Perhutani Sepakat, Kopi Malang Terbaik di Indonesia

Sep 16, 2016 16:28
Merahnya Java Coffee di Desa Taji, Kecamatan Jabung, menjadi daya tarik. Bahkan, benerapa waktu lalu, rombongan turis dari Spanyol menjadikan tanaman kopi sebagai objek selfie. Apalagi, tempat menuju ke perkebunan kopi ditunjang dengan pemandangan alam
Merahnya Java Coffee di Desa Taji, Kecamatan Jabung, menjadi daya tarik. Bahkan, benerapa waktu lalu, rombongan turis dari Spanyol menjadikan tanaman kopi sebagai objek selfie. Apalagi, tempat menuju ke perkebunan kopi ditunjang dengan pemandangan alam

MALANGTIMES - Pengakuan terhadap kualitas Java Coffee Kabupaten Malang terus berdatangan. Setelah mendapatkan pujian dari para pengusaha Rusia, kini pengakuan terhadap kualitas kopi Malang berasal dari TNI dan Perum Perhutani. Karenanya, dua instansi negara ini bersepakat akan turut mengembangkan kopi Jawa dari Kabupaten Malang.

Baik TNI maupun Perhutani sudah menyatakan kesiapannya mendukung langkah Pemkab Malang untuk menjadikan kopi sebagai sebuah ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan. Bukan hanya pernyataan, semua elemen tersebut telah melakukan action di Desa Taji, Kecamatan Jabung. Pada Kamis (15/9/2016) lalu, mereka bersama-sama telah turun ke lapangan mendukung gerakan menjadikan Java Coffee Kabupaten Malang numero uno.

Baca Juga : Ditemukan Sepatu, Kaus Kaki, Topi di Dekat Hilangnya Pendaki Gunung di Kota Batu

Tekad mengembalikan Java Coffee sebagai kopi terbaik di dunia tersebut terucap dan disaksikan puluhan petani kopi Desa Taji.

Dari kiri, petugas penyuluh pertanian lapangan Jabung Iman Wahyudi, General Manager MalangTIMES Lazuardi Firdaus, anggota Koramil Jabung Serma Cece Supriatma, masyarakat setempat, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang Sukobagyo, Kepala BKPH Tumpang Jon Marijono, dan Kepala Desa Taji Dindin Siswanto. Mereka sepakat menjadikan Java Coffee sebagi kopi terbaik di dunia.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang Sukobagyo mengatakan, perkembangan perkebunan kopi di kaki Gunung Bromo sangat bagus. Apalagi didukung dengan struktur tanah yang sudah memiliki potensi untuk tanaman kopi.

Sebelumnya, sejak era kolonial hingga 1990 an, Jabung terkenal sebagai sentra kopi. Hanya saja, setelah masa Reformasi, lahan kopi di Jabung tergeser sayuran. Saat ini, kopi kembali dikembangkan di lahan milik Perhutani. Dan pelopornya adalah Sertu Heri Purnomo, anggota Koramil Jabung.

Suko menjelaskan, potensi kopi di Jabung sangat besar. Dia mengatakan, suatu saat nanti kopi di Jabung bisa mengimbangi sentra kopi di empat kecamatan lainnya di Kabupaten Malang. Selama ini, sentra penghasil kopi adalah kawasan Amstirdam, yakni meliputi Kecamatan Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, dan Dampit.

Suko menambahkan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemberdayaan dan penguatan kelembagaan petani. Sehingga petani mengalami perubahan pola pikir, yang awalnya kopi dikelola secara tradisional diubah menjadi profesional. dengan mempersiapkan SDM petani kopi menjadi profesional. Petani harus mempelajari secara detail proses kopi standar internasional. Mulai dari proses tanam  pemeliharaan, petik, hingga pengelolaannya.

“Kami akan aktif mendampingi dalam memberikan bimbingan dan memfasilitasi petani kopi di bidang pengembangan usaha dan organisasinya,” ujar Suko.

Pemkab Malang, Perhutani, Asosiasi Petani Kopi Kabupaten Malang, petani, dan MalangTIMES menyatukan tekad mengembalikan kejayaan Java Coffee yang pernah menjadi kopi terbaik di dunia

Sementara itu,  Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpang Jon Marijono menambahkan, Perhutani sangat mendukung pengembangan kopi di lahan hutan. Dia  empunyai keyakinan, Java Coffee akan segera menjadi yang terbaik bila didukung semua elemen. Hanya saja, dalam menanam pohon kopi di lahan hutan, juga harus memperhatikan kelestarian hutan.

Baca Juga : Lari seperti Kesurupan, Pendaki Hilang di Gunung Buthak Panderman Batu

“Maksudnya tidak boleh sembarangan menanam pohon kopi yang membahayakan unsur-unsur terjadinya bencana alam,” kata Jon di depan puluhan petani.

Sementara itu, Heri Purnomo mengatakan, sebagai anggota TNI dirinya sangat senang bisa terlibat aktif dalam penghijauan hutan. Dan pada akhirnya penghijauan  hutan itu memberikan manfaat bagi warga desa.

Menurutnya, Jabung merupakan penghasil kopi terbaik yang pernah ada di Indonesia. Karenanya, dia yakin bahwa prestasi tersebut bisa diulang kembali, asalkan ada komitmen bersama.

Topik
Java CoffeeKabupaten MalangKopi Jabung

Berita Lainnya

Berita

Terbaru