Tahun 2020 Internet Broadband di Indonesia Akan Lambat?

Sep 15, 2016 17:07
Staf Ahli Kominfo Prof.Dr Drs.Henry Subiakto.SH.MA (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Staf Ahli Kominfo Prof.Dr Drs.Henry Subiakto.SH.MA (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES- Di era yang semakin maju sekarang dengan berkembangnya banyak teknologi canggih juga sedikit berdampak buruk pada teknologi itu sendiri.

Baca Juga : Keren! Ini Robot untuk Sterilisasi dan Disinfeksi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Salah satunya penuhnya semua jalur frekuensi yang digunakan oleh stasiun televisi yang tidak mau beralih ke digital karena untuk kepentingan politisasi dan pribadi.

Dengan penuhnya jalur frekuensi tersebut, akan berakibat berhentinya pelaksanaan digitalisasi media oleh pemerintah terhadap frequensi yang digunakan oleh media sampai saat ini. Diprediksikan kedepannya akan menghambat teknologi internet broadband yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Jika digitalisasi media itu bisa berjalan, maka akan banyak frequensi yang bisa digunakan untuk kebutuhan teknologi masa depan yaitu mobile dan internet,” ujar Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof. Dr. Henry Subiakto, SH., M.A, saat berada di Kota Malang hari ini, Kamis (15/9/2016).

Dampak dari mandegnya digitalisasi media tersebut, diprediksi pada tahun 2020 internet broadband di kota-kota besar di Indonesia akan macet karena jalur frequensinya sangat padat.

“Saat ini sudah lemot, dan tahun 2020 nanti diprediksi akan macet hanya loading berputar- putar maka dari itu harus ngirit frekuensi,” ujar Henry.

Baca Juga : Keren! Ini Robot untuk Sterilisasi dan Disinfeksi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Oleh karenanya, dalam mengantisipasi hal itu agar tidak terjadi kemacetan teknologi masa depan tersebut, maka digitalisasi media diharapkan segera bisa dilaksanakan. Salah satunya dengan cara menyelesaikan produk hukum undang- undang kepenyiaran yang sampai saat ini masih dibahas di DPR RI.

“Kita kalah di pengadilan karena semuanya meminta negara mengacu kepada undang-undang, tetapi undang- undang penyiaran sampai saat ini belum selesai dibahas di DPR RI yang seharusnya tahun ini sudah selesai,” ujar Henry.

Natinya apabila undang-undang penyiaran bisa diselesaikan tahun ini, maka ditargetkan digitalisasi media bisa diselesaikan semua pada tahun 2018. (*)

Topik
Prof.Dr Drs.Henry Subiakto.SH.MA

Berita Lainnya

Berita

Terbaru