Kol Arm Totok Imam Santoso di Ponpes Bahrul Maghfiroh (Foto: Miski/malangtimes)

Kol Arm Totok Imam Santoso di Ponpes Bahrul Maghfiroh (Foto: Miski/malangtimes)


Pewarta

Miski

Editor


MALANGTIMES – Danrem 083/Baladhika Jaya, Kol Arm Totok Imam Santoso, mengingatkan akan bahaya radikalisme ISIS di Malang Raya yang makin menjadi-jadi. Hal tersebut disampaikan di hadapan santri dan jamaah, di Ponpes Bahrul Maghfiroh, Sabtu (16/5).

Menurutnya, tiga kecenderungan indikasi radikalisme, meliputi respon terhadap kondisi yang berlangsung. Kedua, tidak berhenti pada penolakan, tetapi terus berupaya mengganti dengan bentuk tatanan baru. Ketiga, kuatnya keyakinan kaum radikalis akan kebenaran program atau ideologi yang dibawa.

Sedangkan, latar belakang keberadaan ISIS, yakni adanya pemahaman individu terhadap agama yang menyimpang dari konsep dasarnya. Selain itu, sifat fanatik pemeluk agama berlebihan, dan merasa benar sendiri.

“Gejala lainnya, adanya tekanan sosial, ekonomi, politik dll. Dan ketidakpuasan atas kinerja pemerintah yang dinilai menyimpang,” ungkapnya.

Karenanya, ia mengimbau santri dan masyarakat umum, apabila ada indikasi dan kegiatan mencurigakan di sekitarnya, segera melaporkan ke aparat.

Ia juga mengajak santri agar tak pengaruh atas tawaran-tawaran untuk berjuang di luar negeri (ISIS).

Pasalnya, masalah dalam negeri belum terselesaikan, berpotensi negara luar ikut nimbrung ingin menikmati kekayaan dan SDA Indonesia.

“Banyak negara luar inginkan Indonesia, makanya masyarakat Indonesia diserang dari segala penjuru. Hal itu tidak akan terjadi manakala bela negara dan rasa kepemilikan masyarakat akan NKRI kuat,” pungkasnya. 

End of content

No more pages to load