Pekan Budaya Indonesia

Perjalanan Panjang Sejarah Budaya Dibeber di UM

Sep 06, 2016 10:34
Pengarang buku Bianglala Budaya Nunus Supriadi.
Pengarang buku Bianglala Budaya Nunus Supriadi.

Perjalanan panjang sejarah kongres kebudayaan Indonesia dibeber di Universitas Negeri Malang (UM), Senin.

Liku-liku penyelenggaran kongres budaya dari masa ke masa itu terungkap dalam beda buku "Bianglala Budaya, Rekam Jejak 95 Tahun Kongres Kebudayaan 1918-2013" karya Nunus Supriadi.

Beda buku oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini digelar dalam rangka mendukung PBI (Pekan Budaya Indonesia) 2016 yang berlangsung di Malang Raya. PBI sendiri mengusung tema "Dari Pinggiran Merajut Budaya Nasional".

Buku karangan mantan asisten dosen UM Cabang Madiun tersebut menceritakan perjalanan sejarah kongres kebudayaan yang menjadi pendongkrak kebudayaan berikutnya. Disebutkan, kongres kebudayaan juga mendorong berlangsungnya kongres lain yang membahas unsur-unsur kebudayaan seperti kebudayaan daerah, kesenian, sejarah, arkeologi, linguistik, serta kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

"Buku ini saya tulis guna mengisi waktu senggang saya di masa pensiun. Saya bangga karena dibedah dengan sangat prestisius di sebuah lembaga pendidikan yang punya sejarah panjang," ujar Nunus.

Tujuan mengangkat judul buku ini adalah ingin memperkenalkan dan mengupas berbagai kongres peristiwa budaya yang terabaikan. Padahal, dalam kongres tersebut terdapat pemikiran dan berbagai hal yang telah dilaksanakan dalam bidang budaya masa lampau.

"Banyak sekali pendapat, gagasan, dan saran yang pernah dilontarkan dalam kongres pendahulu kita dapat dijadikan bahan menyusun konsep," tutur Nunus.

Dia menambahkan, yang penting disampaikan adalah perihal status buku. Sejak awal menulis, Nunus mengaku tidak memosisikan diri sebagai sejarahwan. "Saya cuma pemulung data kongres yang bertebaran," ucapnya. (*) 

Topik
Pekan Budaya IndonesiaBedah BukuBianglala BudayaNunus Supriadi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru