Pertunjukan di Malang Art Week (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

Pertunjukan di Malang Art Week (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)



Pekan Budaya Indonesia

MALANGTIMES-  Pekan Budaya Indonesia (PBI) 2016 adalah salah satu kegiatan yang diselenggarakan untuk menjaga dan mengenalkan khazanah budaya adiluhung yang dimiliki Indonesia kepada seluruh masyarakat. 

Melalui kegiatan yang dihelat oleh Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),  ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya nasional dengan rangkaian kegiatan yang menyenangkan.

Pembukaan  acara Malang Art Week yang dibuka oleh Wawali (Wakil Walikota) Malang Drs.Sutiaji di Taman Krida Budaya, Kamis (01/09/2016).  Juga dibacakan serangkaian acara Pada PBI 2016 oleh Kepala Disbudpar (Dinas Budaya dan Pariwisata ) Kota Malang Ida  Ayu Sri Wahyuni.

Pada tahun 2016 ini PBI mengusung tema “Dari Pinggiran Merajut Budaya Nasional,” dalam artian bahwa keanekaragaman budaya yang akan ditampilkan, sesungguhnya merupakan kekayaan dari budaya nasional. 

Sementara itu Sri Hartini, Direktur Bidang Penghayat Kepercayaan Kemendikbud mengatakan bahwa kebudayaan adalah roh bagi bangsa, diharapkan pemerintah dapat menciptakan terjaganya kebudayaan bangsa baik tingkat nasional maupun daerah.

"Kebudayaan tidak hanya seni , tapi pengetahuan dan ekspresi," tuturnya.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperlihatkan dan mengenalkan  keragaman budaya kepada masyarakat luas. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

Juga untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya bangsa, dan menumbuhkembangkan sikap saling menghormati dan tolerensi antarsesama anak bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Direktur Jendral Kebudayaan Hilmar Farid, Pada PBI ini juga diharapkan bahwa masyarakat bukan hanya sebagai penonton saja namun juga ikut berperan dalam memeriahkan acara akbar kebudayaan tersebut.

“Kegiatan ini harus melibatkan banyak pihak, tidak hanya dari lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan semata, namun juga komunitas-komunitas budaya yang ada di Malang dan daerah sekitarnya,” ujar Hilmar. 

Pada PBI 2016 juga melibatkan komunitas-komunitas yang berada di kawasan Malang Raya dan sekitarnya. Komunitas-komunitas mulai dari pelaku seni tradisional hingga komunitas film akan terlibat langsung pada beberapa kegiatan PBI 2016. 

Selain dengan menyaksikan, masyarakat juga dapat terlibat aktif pada kegiatan-kegiatan yang ada di penyelenggaraan PBI 2016 mulai dari permainan tradisional, pertunjukan kesenian, wayang, talk show, lomba sejarah,  workshop, pameran-pameran, pertunjukan musik, kegiatan pendukungan Malang Art Week, dan ragam kegiatan lainnya. Sehingga nantinya diharapkan akan mendapatkan pengalaman-pengalaman yang nyata. (*)

End of content

No more pages to load