Kabupaten Malang Go International

MALANGTIMES - Destinasi wisata di Kabupaten Malang nyaris semuanya mempunyai level internasional. Sayangnya, sampai saat ini belum dikelola secara maksimal.

Direktur Usaha PD Jasa Yasa Ahmad Faiz Wildan (kanan) mengobrol dengan bule asal Belanda yang mengunjungi Pasar Dewi Sri di Pujon


Salah satu destinasi yang levelnya bisa mencapai internasional adalah Pemandian Dewi Sri di Kecamatan Pujon. Pemandian ini, walaupun belum dikelola secara maksimal, namun sudah kerap mendapatkan kunjungan dari wisatawan luar negeri. Hampir setiap harinya, ada saja wisatawan yang tertarik untuk mampir ke Dewi Sri.


Ada bule yang sekadar membeli buah tangan atau suvenir di Pasar Dewi Sri. Di pasar ini, wisatawan bisa membeli suvenir khas Kabupaten Malang, buah-buahan asli dari 33 kecamatan yang ada di kabupaten, bunga dan tanaman hias, serta berkuliner.


Ada juga yang ingin menikmati segarnya mandi di kolam Dewi Sri yang airnya langsung diambil dari sumber. Kolam di Dewi Sri ini tak menggunakan kaporit atau bahan-bahan kimia lainnya, sehingga tak merusak kulit. Selain itu, ada juga wisatawan mancanegara yang naik ke puncak pebukitan di area Dewi Sri untuk menikmati segarnya udara dan pemandangan.


Bila kita naik ke pebukitan, maka wisatawan akan menikmati pemandangan indah Sungai Konto dan hijaunya area pebukitan. Kita juga bisa melihat langsung jalanan aspal di area Pujon yang meliuk-liuk seperti ular.

Direktur Usaha PD Jasa Yasa Ahmad Faiz Wildan (kiri) dan Bendahara Dewi Sri Hadi Sutrisno dengan latar belakang kolam renang serta hutan pinus di area Dewi Sri.


Jongenbwiger, salah satu wisatawan mancanegara dari Belanda mengatakan, dia datang ke Dewi Sri karena mendapatkan rekomendasi dari temannya. "Kata teman saya di Belanda, pemandangan di sini indah. Airnya segar, serta bisa membeli oleh-oleh harga murah berkualitas baik," kata Jongenbwiger.


Dia menyarankan, agar Dewi Sri bisa menarik lagi, ada beberapa pembenahan yang dilakukan. Di antaranya adalah penataan kios, termasuk juga perbaikan sarana dan prasarana pemandian Dewi Sri.
Sementara itu, Direktur Usaha PD Jasa Yasa Ahmad Faiz Wildan mengatakan, setelah melakukan penelusuran secara mendetail, Dewi Sri mempunyai potensi tinggi untuk Go International. Sebab, menurutnya, wisatawan mancanegara seperti Jongenbwiger sangat tertarik dengan destinasi Dewi Sri yang alami. Wisatawan asing tak akan tertarik dengan objek wisata buatan. Sebab, di negara asal bule, objek wisata buatan lebih maju dan lebih besar dibandingkan yang ada di Indonesia.


Karenanya, dengan ada pembenahan secara mendetail, Dewi Sri akan banyak menyedot wisatawan asing. "Pemandangan Dewi Sri sangat indah, wisatawan asing pasti akan betah ada di sini, asalkan kekurangan yang ada selama ini dibenahi," ucap Wildan.