Pedagang Kabupaten Malang Tunggu Surat Hak Sewa Pakai

Aug 31, 2016 20:53
Bangunan los di Pasar Sumedang yang masih belum secara maksimal menampung pedagang lama.
Bangunan los di Pasar Sumedang yang masih belum secara maksimal menampung pedagang lama.

JATIMTIMES, MALANG –  Para pedagang pasar di wilayah Kabupaten Malang ingin mengantongi surat keputusan (SK) hak sewa pakai. Harapan itu dilontarkan H Khozein, ketua Persatuan Pedagang Pasar Kabupaten Malang (P3KM).

Menurut dia, P3KM masih menunggu SK hak sewa  pakai pedagang di enam pasar daerah kelas satu yang merupakan ranahnya Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Malang. SK tersebut penting agar ratusan pedagang punya kepastian secara hukum.  

Adanya SK itu juga terkait dengan Perda No 3 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional serta Penataan dan Pengendalian Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern di Kabupaten Malang. "Penting agar pedagang memiliki kepastian dalam hak sewa guna pakai dalam berjualan di enam pasar. Ini amanah perda. Jadi, kami terus mendorong dinas pasar selaku mitra kerja kami dalam masalah ini," ujar Khozein.

SK akan sangat berguna bagi pedagang apabila pemerintah kabupaten memiliki agenda renovasi maupun pembangunan pasar. Misalnya yang sekarang terjadi di Pasar Sumedang Kepanjen.
”Kami sebagai asosiasi pedagang pasar tentunya tidak mau apabila masalah pasar selalu menjadi bumerang setelah pembangunan. Kami tidak ingin apabila pasar selesai dibangun, ternyata pedagang lama malah tidak kebagian tempat," ucapnya.

P3KM masih menunggu respons cepat dari Disperindagsar dalam mengeluarkan SK baru hak sewa guna pakai pedagang. "Mungkin, Kadisperindagsar masih mempelajari hal tersebut atau masih sibuk," katanya.

Harapan segera mengantongi hak sewa pakai juga dilontarkan sejumlah pedagang di tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Sumedang. Salah satunya Mbok Tampi, 84 tahun. Bahkan, Mbok Tampi akan membawa ke ranah hukum jika dirugikan kalau pembangunan Pasar Sumedang rampung.  "Kami orang kecil. Jangan buat kami tidak bisa berjualan lagi di pasar Sumedang gara-gara ada main orang-orang besar," ujarnya.

Anna, pedagang sayur dan kelontongan, ingin P3KM terus membantu para anggotanya agar tidak rugi setelah pasar selesai dibangun. "Tolong segala hal mengenai surat sewa dan lainnya, kami dibantu organisasi. Saya hanya pedagang yang ingin berdagang dan dapat uang. Apa pun kebijakan yang ada, suruh bayar sewa atau retribusi, selama ini selalu taat bayar. Hak kami yang dulu jangan sampai hilang saat pasar sudah jadi," ungkap dia.(*)

Topik
Pasar Sumedang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru