Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang M.Syamsul.A (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang M.Syamsul.A (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tidak teraturnya parkir di dua kampung wisata, Tridi dan Warna yang menyebabkan terganggunya pejalan kaki membuat Dishub (Dinas Perhubungan) terpanggil untuk mencarikan solusi.

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Ketidakteraturan tersebut karena semakin ramainya pengunjung sehingga trotoar yang selama ini di gunakan untuk pejalan kaki saat ini dijadikan tempat parkir.

Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang Syamsul Arifin mengatakan, memang telah meninjau lokasi tersebut dan saat ini pihaknya tengah mencari solusi dengan mencarikan lahan sebagai tempat parkir untuk kampung wisata tersebut.  

“Saat ini kami masih mencarikan lahan parkir untuk kedua kampung tersebut namun masih kesulitan sehingga belum mendapatkan lahan,” ujar Syamsul saat diwawancarai lewat telfon, Senin (29/8/2016).

Oleh karena itu sampai saat ini pihaknya masih berusah bersama pihak terkait mencari dan memikirkan solusi lahan untuk kampung wisata tersebut.

Sementara itu, salah satu pelukis Kampung Tridi, Edi Gimbal mengakui, bahwa telah melakukan musyawarah bersama ketua RW 12 terkait masalah parkir. Dalam rapat itu, warga akan mengkonsultasikan masalah lahan parkir dan ijin parkir itu ke Dishub.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Selain itu untuk lahan parkir Kampung Tridi, rencananya warga akan membersihkan daerah kosong bawah jembatan rel kereta. Selama ini tempat tersebut digunakan sebagai tempat rombong-rombong tidak terpakai.

“Rencananya kami akan membersihkan lahan yang digunakan untuk menaruh rombong-rombong bekas di sebelah dan bawah jembatan rel kereta untuk lahan parkir,” ujar Edi.

Namun jika nantinya lahan parkir tidak cukup, lanjut Edi, ia akan meminjam Lapangan Alap-Alap Yonarhanudri 2. Untuk itu saat ini mereka masih  berkordinasi dan meminta izin kepada pihak TNI.

“KSaat ini kami masih meminta izijn terkait itu, semoga saja diijinkan,” tukasnya. (*)