Wisata pantai kondang bandung dengan keunikan hamparan pasir hitam yang mengandung mineral opak dan butiran non logam yang di nilai berharga tinggi sebagai bahan semen (Foto : Nana/MalangTIMES)
Wisata pantai kondang bandung dengan keunikan hamparan pasir hitam yang mengandung mineral opak dan butiran non logam yang di nilai berharga tinggi sebagai bahan semen (Foto : Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tanyakan kepada warga Malang, apakah ada yang mengetahui pantai Kondang Bandung.

Rata-rata jawabannya tidak mengetahui dan tentunya terasa asing di telinga saat nama pantai ini disebut.

Tetapi jangan salah ketidaktahuan tentang Pantai Kondang Bandung yang terletak di Dusun Sumber Blimbing, Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang ini bukan dikarenakan ketidakelokan pantainya.

Pantai Kondang Bandung sebaliknya akan membuat pengunjung terpesona, terutama bagi yang terbiasa berwisata ke pantai landai dan secara umum berpasir putih ke cokelatan serta rute tempuh ke lokasi yang relatif mudah.

Hal ini diungkapkan oleh seorang pengunjung yang bernama Indah (21) asal Kota Malang yang ditemui MALANGTIMES, Sabtu (27/08/2016).

“Baru pertama kali ke sini atas saran teman yang pernah ke sini, dan terus terang saya agak shock awalnya karena rute menuju ke pantai cukup menantang. Tapi setelah sampai pantai semua rasa shock, cape seketika hilang melihat keindahan dan keunikan Pantai Kondang Bandung ini. Saran saya jangan ke sini bagi pengunjung manja, ”katanya sambil tertawa lepas.

Keindahan Pantai Kondang Bandung laiknya pantai-pantai di Malang Selatan. Tetapi yang membedakan adalah keunikan hamparan pasirnya yang berwarna hitam bersih.

Hamparan pasir hitam bersih mengkilap ini menyebar menyeluruh di sela-sela pasir putih, dari kejauhan kelihatan seperti kilatan pasir yang menyala-nyala di sepanjang pantai sekitar 500 meter. Namun, hati-hati saat anda mau menuju pantai, jangan lepas alas kaki.

“Hati-hati mas, jangan lepas sandal atau sepatu saat menuju pantai, pasirnya panas. Kaki bisa terbakar dan melepuh kalau bertelanjang kaki, ”kata Kusnandar, warga sekitar yang ditemui akan menuju pantai.

Selain keunikan hamparan pasirnya yang berwarna hitam, saran Indah bahwa Pantai Kondang Bandung tidak untuk pengunjung manja di sebabkan karena rute menuju pantai memang membutuhkan nyali yang besar.

Jalan terdekat untuk mencapai pantai adalah dari Donomulyo, dengan melintasi hutan jati. Mobil atau motor tidak bisa mendekati bibir pantai, sehingga harus diparkir dengan jarak yang lumayan jauh dari pantai, tepatnya di atas bukit hutan jati.

Jika ingin turun ke pantai, Anda harus menuruni bukit dengan jalan merambat, karena ketinggiannya lumayan curam.

Jalan setapak yang dipenuhi bebatuan putih seperti karang yang licin menjadi tantangan tambahan. Dari bukit hutan jati menuju dasar Pantai Kondang Bandung memang tak terlalu jauh, sekitar 200 meter saja.

Namun, karena curam itu, kelihatannya tak banyak pengunjung yang berani masuk lewat jalur tersebut, kecuali para nelayan tradisional yang rumahnya lebih dekat ke kondang dari jalan tersebut.

Namun, bagi pengunjung yang tidak ingin bersusah payah dan tertarik melihat keunikan Pantai Kondang Bandung ini, ada satu jalur lagi untuk ke sana tetapi harus memutar dulu dari Donomulyo ke arah Dusun Sumber Blimbing, Desa Purwodadi.

Namun jaraknya sangat jauh, butuh waktu setidaknya satu jam kalau naik kendaraan. Lewat jalur memutar inilah biasanya pengunjung manja, istilah Indah, mendatangi kondang yang indah dan unik ini.

Mengenai warna pasirnya yang hitam, menurut penelitian yang disampaikan Camat Purwodadi, Mardiyanto, diketahui pasir besi Pantai Kondang Bandung mengandung mineral opak yang bercampur dengan butiran non-logam seperti kuarsa, kalsit, feldspar, ampibol, biotit, dan tourmaline.

Sementara, mineral biji pasir besinya terdiri dari magnetit, titaniferous magnetit, dan hematite. Fungsi utamanya untuk dimanfaatkan sebagai bahan semen.

“Kandungan pasir kondang bandung ini ditaksir bernilai mahal mas. Bahkan pada tahun 2012 pernah ada survei dari Jepang di sini dalam rangka meneliti kandungan pasir kondang bandung. Mereka membawa contoh pasirnya ke Jepang,” kata Mardiyanto