Duta kesenian Indonesia Tri Handoyo (kiri berdiri) dan Rico Subagyo melaporkan tasnya yang rusak ke perwakilan Emirates di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada 23 Agustus lalu (foto:Lazuardi Firdaus)
Duta kesenian Indonesia Tri Handoyo (kiri berdiri) dan Rico Subagyo melaporkan tasnya yang rusak ke perwakilan Emirates di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada 23 Agustus lalu (foto:Lazuardi Firdaus)

JATIMTIMES - Kesan Emirates sebagai maskapai penerbangan terbaik dan mendapatkan penghargaan Skytrax World Airline Award 2016, tercemar. Maskapai yang berpusat di Dubai tersebut, kini dianggap sebagai maskapai yang tidak aman dan tidak nyaman.


Penumpang yang menggunakan Emirates bisa-bisa barangnya hilang dan koper bawaannya dirusak. Apa yang terjadi dengan Rico Subagyo bisa menjadi gambaran betapa Emirates kini tak aman lagi untuk digunakan penumpang.

Baca Juga : Sempat Turun, Hari Ini Kasus Pasien Positif Covid-19 kembali Naik jadi 196 Kasus


Rico yang merupakan duta kesenian Indonesia menggunakan Emirates dari Indonesia ke Moskow. Demikian pula saat kembali ke Tanah Air dari Moskow, Riko dan kawan-kawannya juga kembali menggunakan Emirates.


Permasalahan mulai timbul ketika Rico tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Pria yang bersama sebelas rekan lainnya itu terbelalak ketika melihat koper merahnya sudah dibungkus plastik. Dan setelah dilihat secara seksama, koper yang terbungkus plastik tersebut kondisinya sudah dirusak secara sengaja. "Sepertinya ini digunting. Sehingga covernya rusak semua," kata Rico kepada wartawan JatimTIMES, yang kebetulan berada satu rombongan dengan duta kesenian dari Indonesia tersebut.


Rico sendiri terbang dari Moscow ke Jakarta setelah menyelesaikan tugas negaranya tampil di Festival Indonesia di Rusia pada 20-21 Agustus lalu. Dia menggunakan penerbangan Emirates kode EK 134 dari Moskow menuju Dubai dengan jam keberangkatan sekitar 16.35, pada 22 Agustus. 
Selanjutnya di Dubai, dia dan rombongannya transit sekitar enam jam. Setelah itu Rico terbang dari Dubai menuju ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Emirates penerbangan berkode EK 356. Jam keberangkatan 03.50 pada 23 Agustus.


Rico sendiri sudah melaporkan kepada pihak Emirates di CAS Destination Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Saat melapor Rico diterima Robert Erwansyah. "Saya perwakilan dari Emirates. Dan Emirates akan bertanggung jawab," kata Robert.

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Petani Gagal Panen, Hampir 100 Ha Sawah Rusak karena Ulahnya


Hanya saja, bentuk pertanggungjawaban Emirates prosedurnya dianggap terlalu lamban dan bertele-tele. Emirates hanya mau menjahit koper yang rusak. Penggantian perusakan itupun dilakukan setelah penumpang memperbaiki kopernya sendiri. "Di Emirates tidak mengenal penggantian barang, kecuali di Turki. Kalau di sini (Jakarta), Emirates hanya mau mengganti biaya jahit. Kirim saja biaya jahitnya, nanti akan kami ganti," terang Robert.


"Saya kira Emirates ini perusahaan penerbangan internasional yang terpercaya. Tapi ternyata hanya menang nama saja, faktanya tak sesuai dengan yang digembar-gemborkan. Saya telah menjadi bukti betapa tidak nyaman dan aman menggunakan Emirates," tambah Rico.