Transfer Dana Alokasi Umum Dipastikan Lancar

Aug 24, 2016 17:14
Walikota Malang, HM Anton saat memberikan keterangan pada awak media (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Walikota Malang, HM Anton saat memberikan keterangan pada awak media (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dalam rangka pengendalian pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016, Menteri Keuangan RI melakukan penundaan penyaluran sebagian transfer ke daerah, khususnya untuk Dana Alokasi Umum (DAU).

Penundaan tersebut, diterapkan untuk 169 daerah sebesar Rp. 19.418.975.064.500,- dan telah diatur dalam Peraturan Menteri keuangan RI nomor : 125/PMK.07/2016, yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada tanggal 16 Agustus 2016 di Jakarta.

Untuk Provinsi Jawa Timur, terdapat 20 kabupaten/kota, termasuk Provinsi Jawa Timur yang mengalami penundaan transfer DAU tersebut; diantaranya Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Tuban, Kabupaten Tulungagung, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kota Surabaya.

Kota Malang, menjadi salah satu kota yang tidak mengalami penundaan DAU.  Hal tersebut disebabkan karena Kota Malang dapat dikatakan sebagai kota yang tertib administrasi dengan jumlah serapan yang juga bagus, sehingga Kota Malang tidak masuk dalam kategori tersebut.

"Penentuan daerah dan besaran penundaan penyaluran sebagian Dana Alokasi Umum sebagaimana dimaksud, didasarkan pada perkiraan kapasitas fiskal, kebutuhan belanja, dan posisi saldo kas di daerah pada akhir tahun 2016, yang dikategorikan sangat tinggi, tinggi, cukup tinggi dan sedang," bunyi Pasal 1 ayat (2) PMK.

Walikota Malang, H.M Anton menyatakan bahwa Kota Malang patut bersyukur atas sebuah capaian prestasi tersebut.

Dari tahun ke tahun, Kota Malang akan terus berbenah untuk menertibkan administrasi yang ada serta memaksimalkan penyerapan dana yang telah di anggarkan untuk pembangunan.

"Namun, jika hal tersebut juga menimpa Kota Malang, kami akan tetap terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat utamanya dalam rangka suksesnya pembangunan di Kota Malang" tegas Anton. (*)

Topik
Dana Alokasi Umum Berita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru