Peserta upacara bersarung di UNIRA, Rabu (17/8/2016) (Foto : Nana/MalangTIMES)
Peserta upacara bersarung di UNIRA, Rabu (17/8/2016) (Foto : Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES- Upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 71 di lapangan kampus Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang terlihat berbeda dan unik, Rabu, (17/08/2016). Seluruh peserta upacara memakai seragam sarung serta busana muslim.

Baca Juga : Dosen UM yang Sempat Positif Covid-19, Sudah Diperbolehkan Meninggalkan Rumah Sakit

Meskipun tampilan mereka berbeda dengan upacara resmi pada umumnya namun pelaksanaan upacara di kampus ini berlangsung khidmat dan khusyu'.

Para peserta upacara yang berasal dari Anshor, Fatayat, Banser, dan mahasiswa UNiRA ini sesuai dengan tema yang diangkat, yaitu mengembalikan memori/ingatan kaum muda sekarang terhadap perjuangan Laskar Hisbullah dalam masa penjajahan Belanda.

"Tema mengembalikan ingatan terhadap keberanian, kegigihan, keikhlasan dari Laskar Hisbullah yang berasal dari pemuda muslim zaman itu dalam melawan dan mengorbankan jiwa untuk kemerdekaan, menjadi tepat dalam kondisi saat ini, terutama untuk pemuda,"terang Hasan Abadi, Rektor UNIRA usai upacara.

Hasan Abadi juga menyampaikan bahwa menauladani pemuda-pemuda muslim yang tergabung dalam Laskar Hisbullah menjadi penting dalam arus hedonisme yang semakin masif di kalangan pemuda saat ini.

"Dalam usia di bawah 20 tahun, Laskar Hisbullah telah berani berperang melawan Belanda. Memperjuangkan kemerdekaan dengan segenap jiwa dan raga. Saat perang selesai sebagian kembali ke habitatnya, pondok pesantren. Sikap jiwa pemuda muslim dalam Laskar Hisbullah ini yang patut kita teladani saat ini, berjuang dengan ikhlas tanpa pamrih,"terangnya.

Baca Juga : Gegara Ahok Diskon BBM untuk Ojol, Said Didu dan Arsul Soni Malah 'Perang' di Twitter

Sementara, saat MalangTIMES mewawancarai peserta, rata-rata menyatakan bahwa upacara kemerdekaan dengan memakai busana muslim, bersarung, kopiah, berhijab dengan busana muslimin, adalah pengalaman pertamanya.

"Pengalaman pertama saya dalam upacara kemerdekaan pake sarung dan kopiah, biasanya pakai pakaian resmi. Rasanya lain apalagi saat kita diingatkan dengan perjuangan para pemuda dalam Laskar Hisbullah membela bangsa dan negara dengan begitu berani dan tanpa pamrih,"terang Abdurrahman, peserta upacara.

Selain merayakan upacara kemerdekaan RI ke 71, Hasan Abadi yang juga memakai sarung dan kopiah, menyampaikan  UNIRA siap menyukseskan acara The 2nd Annual Malang International Peace Conference (AMIPEC) dengan tema “Building International Peace Network” dengan keynote speakers Kayrala Xanana Gusmao (Former President of Timor Leste), KH.M. Tholhah Hasan (Former Minister of Religious Affairs of Indonesia), Chong Ming Hwee (Baha’i International Community) dan Heather Variava (Consul General of The United States) pada 18-19 Agustus 2016 besok.(*)