(Foto : Nana/MalangTIMES)
(Foto : Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kalau Anda pecinta mie sekaligus membutuhkan suasana berbeda dengan warung mie, parkirkan segera kendaraan Anda di Terminal Mie yang beralamat di Jl. Kawi 42 Kepanjen, Malang. 

Lokasi Terminal Mie ini kalau dari arah Malang menuju Kepanjen sampai perempatan jalan, belok kanan dan lurus sekitar 500 meter.

Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang

Di sebelah kanan jalan Anda akan melihat bangunan berwarna kuning mencolok dengan nama Terminal Mie terpampang di bagian depan.

Menerapkan sistem open kitchen, setiap pengunjung bisa secara langsung melihat para koki memasak dan menyiapkan menu pesanan, baik mie dengan berbagai varian maupun minuman.

Tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung saat menunggu pesanannya. Apalagi pas Anda beruntung melihat aksi koki membuat mie tarik yang begitu atraktif.

Berdiri sejak 29 Mei 2015, begitu kata Ari, manager Terminal Mie, keberadaan terminal mie diharapkan mampu memberi cita rasa berbeda dibanding warung mie lainnya.

Di bawah naungan managerial Noodle Inc. Bahan-bahan mie di Terminal Mie terjaga mutu, rasa dan kesehatannya.

“Halal, enak, harga terjangkau dan suasanya yang beda dengan lainnya membuat terminal mie sejak dibuka selalu penuh dengan pengunjung. Apalagi kalau Sabtu dan Minggu, banyak pengunjung yang harus antri,”tutur Ari.

Konsep desain yang dibangun Terminal Mie menduplikasi sebuah terminal, dimana pengunjung akan mendapatkan rangka angkot sebagai tempat makan, mobil colt bekas dibelakang kasir, bangku dari kotak bekas krat soft drink, serta aksesoris maupun ornamen beratmosfir terminal di dinding-dinding terminal.

Ide dan konsep terminal mie berasal dari lokasi depot yang berada di antara pangkalan angkot dan depot halte bus yang duluan ada. "Agar lebih familiar bagi masyarakat kita namakan saja terminal mie, "jelas Ari.

“Saya sejak terminal mie dibuka sudah jadi langganan di sini, terutama pas hari libur, “kata Purwati pecinta mie tarik asam pedas, yang mengajak dua anaknya menyantap mie.

Baca Juga : Punya Rasa Manis, Pahit dan Legit, Ciri Khas Durian Kunir dan Bajol Desa Jombok

Serupa dengan yang disampaikan, Andreas dan Maharani, terminal mie bukan saja menyajikan mie yang berbeda tetapi juga telah merekatkan hubungan mereka sebagai pasangan kekasih.

"Sama-sama pecinta mie, ketemu diterminal mie, klop. Semoga hubungan kami serupa mie yang kenyal, dan berasa nikmat terus," doa Andreas yang dibalas senyum malu Maharani.

Menu andalan terminal mie adalah mie tarik dengan tiga varian rasa sapi, ayam dan jamur. Seporsi mie tarik ini dihargai antara Rp. 14 ribu sampai 17 ribu.

Selain mie tentunya berbagai macam minuman juga tersedia sebagai teman menyantap mie tarik dengan harga kisaran Rp.9 ribu sampai 14 ribuan.

Tentunya selain mie tarik dan minuman jus, bagi pengunjung yang suka nasgor, siomay, sushi,nampak dan onde-onde juga tersedia.

Halal, enak, harga terjangkau dan suasana yang beda, membuat terminal mie jadi salah satu wisata kulinernya warga kepanjen dan sekitarnya.