MALANGTIMES - Banyak yang tidak mengetahui di Karangkates Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang yang sekarang terkenal sebagai tempat rekreasi keluarga ataupun kawula muda di areal bendungan, terdapat situs sejarah peninggalan kerajaan Singosari, yaitu Arca Ganesha Bhairawa.

Selain lokasi situs yang memang tidak ada petunjuk nama dan berada cukup jauh dari jalan utama jurusan Malang-Blitar, keberadaan situs Arca Ganesha Bhairawa tidak terlalu banyak diekspos media. 

Hanya warga setempat, komunitas Umat Hindu, serta Penghayat  Kebatinan yang sering datang ke situs tersebut.

Untuk menuju situs Arca Ganesha dari arah Kota Malang, rute yang ditempuh adalah jalur jalan raya  Blitar, tanpa melintasi Bendungan Karangkates.

Lurus sampai menemukan masjid di sisi kanan jalan. Samping masjid terdapat sebuah gang, kemudian berbelok kanan dan lurus saja mengikuti jalan.

Terdapat dua pintu masuk menuju sang Ganesha. Yang satu, berada tepat di depan Ganesha. Satunya lagi, berada sejajar dengan lengan kanannya.

Di bagian kanan dan kiri Ganesha dibangun sejenis pendopo kecil untuk tempat berteduh. Atau kalau tidak ingin repot langsung tanya pada warga sekitar yang akan langsung menunjukkan lokasi situs.

Banyak hal unik dari  Arca Ganesha Bhairawa di Karangkates ini. Selain bentuk  posisi arca juga cerita- cerita yang berkembang di masyarakat.

Mbah malim, juru kunci situs menerangkan konon dulu Arca Ganesha pernah dipindahkan ke Singosari dengan ditarik 44 sapi pada siang hari, malamnya arca sudah kembali ke tempat semula.

"Banyak cerita yang mengiringi keberadaan Arca Ganesha ini. Selain pernah dipindahkan dan kembali sendiri juga pernah dijual ke Perancis, tapi sama akhirnya kembali lagi ke Karangkates.

Selain itu hingga kini warga di sekitar arca tersebut selalu menyuguhkan persembahan berupa makanan yang mereka masak di depan arca. Ada yang menuturkan bahwa bilamana lupa menghaturkan persembahan di arca tersebut, maka bahan makanan apa pun yang dimasak penduduk tidak akan pernah bisa matang,”tutur Mbh Malim. 

ganesha1EOGSl.jpg

Arca ganesha bhairawa di karangkates dengan kondisi yang sudah tidak utuh atau rusak di bagian mata dan belalainya.

Selain cerita misteri yang dipercayai warga di sekitar situs, Arca Ganesha memiliki keunikan dari bentuk yang berukuran besar dengan tinggi sekitar 3 meter dengan posisi berdiri. Umumnya Arca Ganesha yang ditemukan di Jawa dan Bali.

Menurut  Budiarto Sedyadi, arkeolog yang kebetulan berada di lokasi  saat MalangTIMES  berkunjung, dalam posisi duduk bersila.

“Arca Ganesha di Karangkates ini unik selain bentuk dan posisinya yang berdiri diatas tumpukan tengkorak, padahal dalam mitologi disebutkan wahana Ganesha adalah tikus,”tutur Budiarto.

Lanjutnya, hanya ada dua  Arca Ganesha yang berdiri yang ditemukan di Indonesia. Satu di Karangkates ini dan lainnya ditemukan di Gunung Semeru oleh Belanda dan kini berada di Leiden, Belanda.

Menurut Mbh Malim, Arca Ganesha dahulu berada di dekat pertemuan sungai sengguruh dan Sungai Brantas. Letaknya sekarang berada di bawah lokasi yang ada sekarang.

“Arca dipindah lebih ke atas di dekat permukiman penduduk, tapi saya tidak tahu pastinya kapan. Kemungkinan perpindahan terjadi pada masa kolonial,”kata Mbh Malim.

Banyak hal tentang Arca Ganesha  di Karangkates yang masih belum terkuak secara ilmiah. Tetapi secara umum Ganesha yang disebut sebagai dewa ilmu pengetahuan bagi para pemuja Siwa, juga merupakan Dewa penjaga bahaya dan bencana.

“Oleh karena itu, arca ganesha sering ditemukan di dekat tempat berbahaya seperti  penyeberangan sungai atau jurang. Di perempatan jalan dan di lereng gunung dalam rangka menghadang marabahaya atau peredam murka. Secara teologis Arca Ganesha selalu dikaitkan dengan strategi kultural manusia untuk menanggulangi bencana,” ungkap Budiarto.

Arca Ganesha Karangkates masih menunggu dalam sunyi untuk dieksplorasi sejarahnya, untuk disadap ilmu pengetahuannya.