Kecamatan di Kabupaten Menanti Instruksi Pelayanan KIA

Aug 10, 2016 12:08
Kantor pelayanan Capilduk Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Kantor pelayanan Capilduk Kabupaten Malang (Foto: Nana/ MalangTIMES)

Hingga saat ini Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Malang belum diterapkan. Tiap kecamatan di kabupaten masih menunggu instruksi dari Pemkab untuk melakukan pelayanan KIA.  

Penerbitan KIA tersebut sebagai amanah dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak (KIA) yang diundangkan tanggal 19 Januari 2016 dan bertujuan mendorong peningkatan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik untuk mewujudkan hak terbaik bagi anak.

Cukup mencengangkan, bila setelah lebih dari setengah tahun aturan tersebut diberlakukan, Kabupaten Malang ternyata belum menerapkannya. Belum diterapkannya KIA tersebut diakui oleh Andrias, Staff Kadin Capilduk.

“Sampai saat ini untuk KIA Kabupaten Malang belum menerapkannya, yang sudah menerapkan adalah Kota Malang.” katanya.

Dari penelusuran MalangTIMES ke sejumlah kecamatan yang ada di wilayah Kepanjen, Kromengan, Sumberpucung, Gondanglegi ; KIA memang belum tersosialisasikan dan diterapkan.

Joanico Da Costa, Sekretaris Camat Kromengan, kemarin (09/08/2016) menyatakan bahwa untuk permasalahan KIA belum ada surat dari kabupaten maupun instruksi untuk diterapkan di wilayahnya. "Karena itu, kami tidak bisa melakukan apapun, bahkan untuk melakukan sosialisasi sekalipun," kata Nico, panggilan sehari-harinya.

Hal senada disampaikan oleh Daniel Wicaksana, Kasie. Pemerintahan Kecamatan Kepanjen yang menyatakan bahwa belum ada apapun, baik surat maupun instruksi ke kecamatan tentang KIA.

"Tentunya apabila ada surat resmi dan instruksi dari Pemkab kami yakin Kecamatan Kepanjen sebagai ibu kota Kabupaten Malang lebih mengetahuinya dibanding kecamatan lain," tutur Daniel.

Menurut Pasal 13 ayat 4 Permendagri No. 2/2016, Dinas terkait bisa menerbitkan KIA dengan pelayanan keliling yaitu cara jemput bola di sekolah-sekolah, rumah sakit, taman bacaan, tempat hiburan anak-anak dan tempat layanan lainnya, agar cakupan kepemilikan KIA dapat maksimal. Serta bisa berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa sebagai garda depan sosialisasi KIA.

Di Kecamatan Kepanjen, proses pendataan anak usia pelajar memang sudah dilaksanakan dengan sistem jemput bola seperti bunyi pasal 13, tetapi tidak berkaitan dengan KIA.

"Hampir 3 tahun ini, Kecamatan Kepanjen melakukan kerjasama dengan sekolah tingkat SMP dan SMA dalam rangka pendataan warga usia pelajar dengan cara rekam biometrik , tetapi bukan dalam rangka KIA. Ini adalah inisiatif pemerintah kecamatan dalam tertib administrasi kependudukan, "t erang Daniel.

Saat dikonformasi lebih lanjut tentang penerapan KIA, karena kesibukannya, Kepala Dinas Capilduk belum bisa dikonfirmasi.(*)

Topik
Kabupaten Malangpelayanan kia
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru