Abah Anton Minta Jukir Resmi Berantas Jukir Illegal

Aug 10, 2016 11:34
Lahan parkir di Kota Malang harus terkelola dengan baik (Foto Dok/MalangTIMES)
Lahan parkir di Kota Malang harus terkelola dengan baik (Foto Dok/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Maraknya parkir liar di Kota Malang membuat Wali Kota Malang, HM Anton secara tegas mewanti-wanti ratusan juru parkir (Jukir) resmi agar  bisa menjaga lahan nafkahnya itu.

Baca Juga : Semarak 70 Tahun Koperasi, Abah Anton Lepas 600 Peserta Gerak Jalan

Caranya, mereka diminta memberantas para jukir liar yang sering menarik di atas tarif  resmi yang ditetapkan pemerintah. 

Slama ini,  Jukir liar dinilai sangat meresahkan masyarakat, dan yang terkena imbas negatifnya adalah  justru para jukir resmi yang diakui Pemkot Malang.

“Saya minta jukir resmi jaga lahan parkir. Kalau ada jukir liar, para paguyuban parkir harus bisa memerangi bersama, jangan seenaknya membuat lahan parkir tanpa aturan yang jelas, ” kata Anton.

Pemkot Malang, lanjutnya, memang sengaja tidak menerapkan parkir elektronik. Kebijakan ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian Pemkot Malang agar lahan parkir yang ada bisa dijadikan lahan mencari nafkah.

“Makanya saya mohon bapak-bapak ini bantu Pemerintah Kota Malang dengan tidak menarik parkir di atas tarif,” tukasnya.

Ditambahkan, selama ini permasalahan  parkir yang sering menjadi perbincangan adalah karcis parkir dan seragam jukir yang banyak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

“Masyarakat kita saat ini sudah cerdas, mereka sudah paham bagaimana karcis parkir yang benar itu seperti apa,” ungkapnya.

Karena itu, Anton  berharap kepada para jukir agar bisa memerangi jukir liar yang selama ini membuat resah masyarakat dan menjatuhkan citra  jukir resmi yang diakui Pemkot Malang.

Baca Juga : Wali Kota Nonsan Korea Selatan Gandeng Kota Malang

“Kalau bisa bekerjasama dengan baik, saya akan pertahankan parkir sebagai lahan mencari nafkah,” tegasnya.

Menurutnya, Kota Malang saat ini sudah berkembang maju. Semua titik yang digunakan sebagai lahan parkir berpotensi menghasilkan duit yang besar. 

Oleh karena itu, lahan parkir yang ada harus terkelola dengan baik.  

"Jadi ketika menarik parkir normal yakni Rp 2.000 jangan khawatir. Rezeki para jukir tidak akan berkurang, jadi tidak perlu menarik di atas tarif resmi,” Imbuh Anton.

Hal senada juga disampaikan M.Syamsul.Arifin, Kepala Bidang Parkir, Dishub Kota Malang.
pihaknya akan memberikan sanksi kepada jukir yang menaikan tarif di atas tarif resmi berupa teguran.

"Jika tetap saja membandel, ya kami akan tindak tegas yakni pemecatan dan kami ganti  dengan jukir yang baru," pungkas Syamsul.

Topik
Abah AntonKota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru