Kegiatan Sosialisasi Road to Zero Accident Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja (Dislambangja) di Gedung Binayudha Lanud Abd Saleh (Foto: Imam Syafi'i/ MalangTIMES)
Kegiatan Sosialisasi Road to Zero Accident Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja (Dislambangja) di Gedung Binayudha Lanud Abd Saleh (Foto: Imam Syafi'i/ MalangTIMES)

Guna mengurangi kecelakaan, Komandan Lanud Abd Saleh, Marsma TNI. H. RM. Djoko Senoputro menekankan kepada anggota yang bertugas mengoperasional alutsista harus memahami materi Road to Zero Accident (RTZA).

Baca Juga : Dosen UM yang Sempat Positif Covid-19, Sudah Diperbolehkan Meninggalkan Rumah Sakit

“Pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya insiden, saat anggota melakukan kesiapan operasional Alutsista,” tegas Djoko Senoputro dalam acara Sosialisasi Road to Zero Accident Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja (Dislambangja) di Gedung Binayudha Lanud Abd Saleh.

Djoko menjelaskan bila terjadi resiko secara tiba-tiba, maka akan menghambat kesiapan dalam mengoperasikan alutsista. Selain itu, dampaknya akan mengurangi kemampuan TNI AU dalam melaksanakan tugas pertahanan di udara.

“Tugas utama kami, memprioritaskan keselamatan dalam setiap pelaksanaan di udara. Sehingga tercipta zero accident,” katanya.

Ia berpesan, seorang prajurit TNI AU, sudah seharusnya menjadikan safety sebagai nafas dalam setiap melaksanakan tugas. Sehingga anggota yang bertugas terhindar dari accident dan incident di udara. Kegiatan dihadiri para pejabat Lanud Abd Saleh, Depohar 30, Insub, Denmatra, perwira, dan Yonko 464.

Ketua Tim Road to Zero Accident (RTZA), Marsma TNI. H. Chairil Anwar menyampaikan anggota wajib memahami empat komponen tugas Lembaga Terbang dan Kerja (Lambangja).
“Pertama tidak ada kecelakaan, cidera terhadap manusia, kerusakan benda atau materiil, dan tidak ada kerusakan lingkungan," papar Chairil.

Baca Juga : Gegara Ahok Diskon BBM untuk Ojol, Said Didu dan Arsul Soni Malah 'Perang' di Twitter

Chairil menjelaskan pentingnya kegiatan ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, juga menjaga keselamatan bersama baik dari instansi maupun masyarakat bila terjadi insiden di udara.

“Untuk memperdalam wawasan terkait Lambangja, anggota mampu menggugah kesadaran akan pentingnya keselamatan. Sehingga tercapainya zero accident yang optimal,” tegasnya.

Selain pemaparan RTZA, ia juga membahas terkait psikologi Skadron 32, daftar personil terbang dan lambangja lalu lintas.(*)