(Foto: Nana/ MalangTIMES)
(Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES- Masyarakat Kabupaten Malang yang ingin mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) sepertinya harus bersabar. Pasalnya blangko pengisian KTP kosong.

Baca Juga : Per Hari Ini Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di 23 Provinsi, Total 5.136 Penderita

Masyarakat hanya bisa menunggu entah sampai kapan agar bisa mendapatkan KTP. Di Kecamatan Kepanjen, misalnya, sebagai ibu kota kabupaten porosnya seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang ketiadaan blangko tersebut ditemui.

“Kalau di Kecamatan Kepanjen saja tidak ada, maka bisa dipastikan kecamatan lainnya sama juga, “ujar Daniel Wicaksono, Kasie. Pemerintahan Kecamatan Kepanjen, kemarin (02/08/2016).

Ketiadaan Blangko KTP di Kecamatan Kepanjen mengakibatkan pelayanan kependudukan warga Kepanjen terganggu, terutama bagi yang baru akan memiliki KTP. Dari jumlah warga Kepanjen sebanyak 87 ribu yang sudah berhak dan wajib memiliki KTP, sekitar 10%-nya atau sejumlah 8700 warga akhirnya harus sabar menunggu.

“Dalam lima hari saja pelayanan kependudukan yang harus menunggu untuk mendapatkan KTP di Kepanjen sebanyak 150 orang. Akhirnya kami hanya bisa memberikan surat pengantar untuk mengurus dan mencetak KTP ke Discapilduk Kabupaten Malang, “terang Daniel.

Sebenarnya setiap kecamatan telah diberi peralatan dan kewenangan untuk melayani pembuatan KTP oleh pemerintah, baik alat cetak, mesin finger dan mata serta seperangkat komputer. Tentunya pemberian tersebut untuk mempermudah pelayanan kependudukan masyarakat, walaupun legalisasinya tetap di dinas terkait.

Baca Juga : Rektor UMM Merespons Desas-desus Pergantian WR III dan Kursi Baru WR IV

“Kendalanya memang selalu di blangko yang kosong, akhirnya kami tidak bisa mencetak KTP warga. Ada mesinnya tapi tidak ada bahan printnya (blangko, red), akhirnya kita hanya bisa bilang blangko kosong, silahkan ke Discapilduk. Dan alat-alat cetak KTP jadinya nganggur tidak terpakai,” keluh Daniel.

Permasalahan warga yang mengurus KTP tidak selesai di situ saja. Saat pengurusan di Discapilduk, antrian masyarakat mengular setiap harinya sampai sekitar 500 orang. Bahkan warga yang sudah mengantri dengan sabar pun masih harus berhadapan dengan ketidaklengkapan administrasi maupun habisnya blangko KTP.

“Saya mengurus KTP Keponakan dari bulan puasa (Juni/2016) sampai saat ini (2/8/2016) belum selesai, dikarenakan katanya blangkonya habis, Ini dijanjikan tanggal 5/8/2016 selesai. Jadi sekitar 2 bulan.