Kasi Parki Dishub, Bambang Priambodo. (Foto: Miski/malangtimes)
Kasi Parki Dishub, Bambang Priambodo. (Foto: Miski/malangtimes)

MALANGTIMES – Maraknya parkir liar di sejumlah ruas jalan Kota Batu segera teratasi. Dinas Perhubungan memiliki solusi menyelesaikan masalah tersebut.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Kasi Parki Dishub, Bambang Priambodo, menegaskan, dalam waktu dekat akan menggelar operasi parkir dan juru parkir (jukir) nakal.

Bagi jukir nakal, akan dilakukan pencabutan dan penyitaan Kartu Tanda Anggota (KTA). Sedangkan, parkir sembarangan (wilayah terlarang), akan diserahkan ke aparat polisi untuk ditilang.

Dikatakan, jika sebelumnya hanya sosialisasi dan peringatan, kali ini Dishub bersama petugas gabungan, bakal menindak tegas.

“Penindakan harus dilakukan, kami juga sengaja belum menerbitkan KTA sebelum penertiban selesai,” katanya, ditemui di ruang kerja, Selasa (19/5).

Selain itu, pihaknya juga bakal menerbitkan titik parkir baru. Salah satunya, di Alun-alun Kota Batu, sepanjang HC Putra akan dijadikan lima titik.

Nantinya, ada sekitar 20 titik di Alun-alun, sesuai hasil pemetaan dan potensi. Standarnya, jelas dia, per titik minimal 50 ribu per hari.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

“Dulu per koordinator yang setor, ke depan langsung per titik. Sehingga ketahuan mana titik yang potensial dan tidak,” paparnya.

Sampai saat ini, tambah dia, ada sekitar 116 titik parkir. Untuk tarif parkir Alun-alun sebesar Rp 2000 ribu, rincinya Rp 1000 biaya parkir, dan Rp 1000 biaya titip helm. Angka tersebut kesepakatan jukir di Alun-alun.

Sementara, sesuai Perda, tarif parkir roda dua Rp 1000 dan Rp 2000 roda empat.

“Selain menaikkan retribusi PAD, kami juga tindak jukir yang suka minum miras,” tandasnya.