Selalu Berinovasi, Omset Kue Memy’s Naik Nyaris 100 Persen

Jul 05, 2016 00:22
Mei menunjukkan kue lebaran yang siap diantar kepada pelanggan (Foto: Holfi Cicik Juwita/MalangTIMES)
Mei menunjukkan kue lebaran yang siap diantar kepada pelanggan (Foto: Holfi Cicik Juwita/MalangTIMES)

MALANGTIMES – Bekerja selama sembilan tahun sebagai karyawan sebuah bank, Mei Ridhowati memutuskan untuk keluar dan beralih profesi menjadi pengusaha kue kering pada tahun 2005. Siapa sangka usaha kuenya kini justru berkembang pesat terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri seperti saat ini, ia selalu kebanjiran pesanan hingga luar kota.

Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang

“Alhamdulillah di bulan Ramadhan tahun ini omset kami naik hampir 100 persen, jika tahun lalu memproduksi sekitar 1.000 toples kue kering, tahun ini mencapai 1.800 toples,” ucap Mey saat ditemui di rumah produksinya yang ia beri nama Memy’s Cake and Bakery Minggu (03/07/2016).

Tak hanya dari dalam Kota Malang, pemesan kue kering Memy’s juga hingga luar kota, diantaranya Surabaya, Blitar, Tulunggaung dan lainnya. Diakuinya ia sempat keteteran dengan lonjakan omset tersebut, karena ia hanya memiliki delapan karyawan saat bulan Ramadhan ini. Sedangkan kue yang diproduksi setiap harinya mencapai 16 kg.

Ia pun terpaksa juga harus memajukan tanggal penutupan order yang sebelumnya direncanakan tanggal 30 Juni menjadi 26 Juni.  

Menurutnya lonjakan omset yang cukup tinggi tersebut tidak lepas dari peran reseller yang juga bertambah banyak. Selain itu juga selalu menjaga kualitas produk sehingga konsumen bertahan bahkan bertambah. Bukan hanya itu, ia pun selalu berinovasi menciptakan kue baru di setiap tahunnya.

Di tahun ini kue baru yang ia keluarkan adalah kue almont greentea yang ternyata langsung disambut oleh pasar. Selain almont greentea, masih ada delapan kue kering klasik yang ia produksi diantaranya kastengel, nastar, putri salju, lidah kucing dan lainnya.

Selain dari sisi kualitas produk, ia pun juga mengemasnya dengan kemasan menarik. Di lebaran tahun ini kemasan baru yang ia keluarkan adalah kotak dengan model masjid. “Tidak menyangka kemasan kotak berbentuk masjid ini banyak yang suka, bahkan banyak yang kecewa karena tidak kebagian,” imbuh wanita ramah ini.

Baca Juga : Punya Rasa Manis, Pahit dan Legit, Ciri Khas Durian Kunir dan Bajol Desa Jombok

Meski kini bisnis kue keringnya telah berkembang, Mei mengaku keberhasilan tersebut tak lepas dari kerja keras. Di awal usahanya ia mengaku kesusahan mencari modal sebesar Rp 2 juta dan harus mencari pinjaman. Kerjanya pun tidak mudah harus benar- benar profesional agar tidak mengecewakan pelanggan. Bahkan pada bulan Ramadhan seperti saat ini seusai sahur ia langsung masuk ke dapur untuk mengoven kue yang sudah dicetak semalam.

Di luar bulan Ramadhan, ia akui jika kue kering memang tidak seramai  di bulan Ramadhan.Hanya saja ia memiliki inisiatif untuk memproduksi stik keju, bumbu dasar dan aneka kue basah agar empat karyawannya tetap bisa bekerja.

Sampai saat ini bumbu dasar yang ia produksi sudah merambah pasar luar Jawa seperti   Balikpapan dan Banjarmasin. Maka tak heran stas kerja kerasnya dan kemampuannya itu,ibu dua anak ini pernah 9 kali juara berbagai kompetisi di bidang kuliner.

Meskipun memilki banyak ilmu di bidang memasak, Mei juga tidak pelit untuk membagikan ilmu yang dimiliki kepada orang lain. “Beberapa waktu lalu juga ada rombongan dari Pulau Buru yang belajar kemari. Saya tidak akan pelit membagi ilmu pada yang lain, berbagi ilmu khan bekal buat kita nanti,” ujarnya ramah.

Topik
Malangkue lebaran
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru