Iptu Sumantri (dua dari kanan) bersama personel Brimob Detasemen B Pelopor Polda Jatim di Stasiun Kota Malang.
Iptu Sumantri (dua dari kanan) bersama personel Brimob Detasemen B Pelopor Polda Jatim di Stasiun Kota Malang.

MALANGTIMES – Menjalani ibadah puasa tidak menjadi halangan perwira Brimob Detasemen B Pelopor Polda Jatim, Iptu Sumantri, untuk memegang tanggungjawab menjaga keselamatan pemudik di Stasiun Kota Malang.

Pria berwajah tampan, kelahiran  24 Mei 1977 ini sudah berjaga bersama 29 personel dibawah komandonya sejak Jumat, 24 Juni 2016 lalu. Sesuai rencana, Sumantri akan standby hingga Minggu, 17 Juli 2016 mendatang.

Ketika MALANGTIMES bertemu disela – sela tugasnya, tidak sedikitpun keluh kesah yang dilontarkan olehnya.

Saat itu, ia sedang berpuasa, terlihat dengan jelas bibirnya yang kering, namun Sumantri tetap bersemangat memantau anggota lainnya untuk berpatroli.

Iptu Sumantri (dua dari kanan) saat mengecek rel di Stasiun Kereta Api kota Malang, bersama personel Brimob dan petugas PT KAI

Iptu Sumantri (dua dari kanan) saat mengecek rel di Stasiun Kereta Api kota Malang, bersama personel Brimob dan petugas PT KAI


Ia menjelaskan, bahwa sudah dua tahun berturut – turut selalu siaga menjaga di Stasiun Kota Malang, resikonya Sumantri dan seluruh pasukannya pun harus rela melewati Idul Fitri tanpa keluarga.

“Sudah dua kali lebaran kami siaga,” ucap Sumantri.

Namun, perwira yang saat ini menjabat sebagai Kepala Unit II Sub Detasemen B Pelopor Polda Jatim, mengaku bangga dengan tanggungjawab yang diembannya, meskipun harus rela melewati lebaran di stasiun.

Menurutnya, tanggungjawab yang diembannya adalah tugas Negara yang harus dijalani dengan iklhas, apalagi menyangkut keselamatan pemudik.

“Tugas ini harus dikerjakan dengan baik, saya yakin sepenuhnya ini adalah ibadah, karena kami berusaha sekuat tenaga menjaga keamanan pemudik,” imbuh pria yang dikenal ramah ini.

Nama Sumantri sudah tidak asing lagi dilingkungan karyawan Stasiun Kota Malang, beberapa diantaranya menyaksikan jika Sumnatri kerap mengisi waktu jelang sahur di Masjid Stasiun, melaksanakan sholat.

Tidak hanya itu, walaupun secara fisik Sumantri terlihat tegas, namun ia mudah mendapatkan teman di lingkungan tempat ia ditugaskan. Menurut Sumnatri, wajib hukumnya menambah teman, dan haram hukumnya menambah musuh.

“Prinsip saya, teman satu kurang, musuh satu terlalu banyak,” jelas Sumantri.

Maksudnya, Sumantri selalu berupaya menambah teman dan tidak ingin mencari musuh, karena menurutnya, dengan bersikap ramah kepada masyarakat maka Ia akan mudah menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri.

Walaupun dirinya berkomitmen untuk bersikap ramah, namun Ia juga akan bertidak tegas terhadap penjahat yang berusaha mengancam masyarakat.

Terbukti, seluruh personel Brimob yang bertugas di stasiun diperintahkan Sumantri untuk bertindak tegas tanpa kompromi menghadapi pelaku kejahatan.

“Tugas kami menjaga keamanan, kalau ada yang berulah membahayakan keselamatan masyarakat ya kami tindak tegas,” ucapnya.

Sumantri menambahkan, sesuai pembagian tugas, seluruh personel Brimob diberi tanggungjawab mengamankan area stasiun, dan menjaga keamanan di dalam kereta api.

Untuk Brimob yang bertugas di dalam kereta api, harus selalu siaga sepanjang rute mengamankan penumpang dari segala bentuk tindak kejahatan.

“Kami siaga dengan optimal, selain menjaga stasiun, ada juga Brimob yang siaga di kereta api menjaga keselamatan penumpang,” jelas Sumantri.

Banyak ujian kesabaran yang dihadapi Sumantri, selain mengamankan penjahat, Ia juga harus siap berhadapan dengan penumpang yang bandel.

Seperti yang pernah dialaminya, menghadapi penumpang yang nekat membawa burung murai ke dalam kereta api.

Dengan tegas Sumantri menjelaskan kepada penumpang tersebut untuk memindahkan burungnya ke gerbong kargo, namun tidak digubris si penumpang.

Sumantri tidak tinggal diam, Ia pun mencoba berdialog dengan cara yang santun, alhasil penumpang tersebut mengurungkan niatnya membawa burung.

“Tidak semua harus dihadapi dengan sikap tegas, ada kalanya kami harus bersikap ramah untuk menegakkan aturan,” ucapnya.

Sumantri pun memberi pesan kepada masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman untuk selalu menjaga keamanan bersama, saling pengertian, menjauhkan diri dari sikap egois, dan bila mengetahui tindak kejahatan, segera laporkan kepada petugas yang berwenang.

“Mudik harus dalam kondisi bahagia, jaga keselamatan.  Jika melihat sesuatu yang ganjil segera laporkan kepada petugas,” pungkas Sumantri.(*)