Air memasuki kawasan permukiman di wilayah Malang Selatan (foto: Istimewa)
Air memasuki kawasan permukiman di wilayah Malang Selatan (foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Kawasan pantai di Malang bagian selatan mengalami banjir rob dan gelombang tinggi. Kondisi ini juga terjadi di sebagian wilayah perairan Indonesia. BMKG memperkirakan, gelombang tinggi akan terjadi hingga beberapa hari depan.

Informasi yang dihimpun, di Pantai Tamban, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, gelombang tinggi membuat air laut masuk sampai permukiman. Air bahkan menenggelamkan perahu nelayan. K‎etinggian gelombang mencapai empat meter.

Kepala Sub Seksi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo menyampaikan, gelombang tinggi di Pantai Tamban membuat banjir dan air masuk hampir ke permukiman penduduk. Bahkan, lahan pertanian milik petani mengalami gagal panen hingga luasan 7 hektar dan menimbulkan kerugian jutaan rupiah.

"Keru‎gian gagal panen sekitar 7 hektar untuk tanaman jagung dan kacang ijo, dengan nilai kerugiannya diperkirakan Rp 10 juta. Data sementara, ada 19 rumah yang terdampak," ujar Tomo kepada TIMESINDONESIA, Rabu (8/6/2016).

Tomo mengungkapkan, laporan dari warga, banjir dan gelombang tinggi menenggelamkan perahu nelayan yang tertambat. Potensi terjadi kerusakan pada mesin perahu yang terendam. Disampaikan juga, air sudah memasuki kawasan permukiman, hingga menyeret sepeda motor yang terparkir di teras rumah.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi ddan Geofisika (BMKG) telah memberi peringatan terjadinya kenaikan tinggi muka air laut atau banjir rob di pantai utara Jawa dan gelombang tinggi di selatan Jawa.

Dalam penjelasannya, banjir rob diakibatkan oleh pengaruh astronomi. Dimana bumi, bulan, dan matahari berada dalam satu garis lurus (spring tide) yang berakibat naiknya muka air laut.

Kondisi ini merupakan siklus rutin bulanan yang normal. Namun, terjadinya bersamaan dengan anomali positif tinggi muka air laut di wilayah Indonesia sebesar 15 hingga 20 centimeter.

Gelombang pasang yang terjadi di selatan Jawa hingga NTT, menurut BMKG, diperkuat dengan adanya penjalaran alun yang dibangkitkan dari pusat‎ tekanan tinggi subtropis di barat daya Australia. Potensi gelombang tinggi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Selain perairan selatan Jawa hingga NTT, sejumlah wilayah yang terdampak gelombang tinggi diantaranya perairan  utara dan barat Aceh, ‎perairan barat Nias hingga Mentawai, ‎perairan Bengkulu hingga Kepulauan Enggano, dan ‎perairan barat Lampung.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, dihimbau tetap mewaspadai dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang tinggi. (*)