UNTUK ROY: Seni instalasi korek bekas karya Muhammad Wahyu Firmansyah membentuk nama ROY. (Nurliana Ulfa/BatuTIMES)
UNTUK ROY: Seni instalasi korek bekas karya Muhammad Wahyu Firmansyah membentuk nama ROY. (Nurliana Ulfa/BatuTIMES)

MALANGTIMES – Korek api gas bekas bisa dirangkai menjadi karya instalasi mengenang memori sedih bersama orang terdekat. Itulah yang dilakukan oleh Muhammad Wahyu Firmansyah, salah seorang siswa SMA Hasyim Asyari Kota Batu.

Dalam pameran karya daur ulang di Galeri Raos Kota Batu Selasa (31/5/2016), siswa jurusan IPA ini membuat kreasi dari korek api.  Susunan korek api bekas itu terangkai membentuk nama salah seorang adik kelasnya yang meninggal dunia karena kasus pembunuhan.

”Rasanya kayak gak percaya dia dipanggil secepat itu. Makanya sebelum pameran ini dibuka saya terinspirasi untuk membuat satu karya untuk mengenang almarhum,” ungkap Wahyu.

Dari beberapa batang korek api gas, Wahyu menyusunnya menjadi tiga bentuk huruf. Yaitu huruf R, huruf O, dan huruf Y yang dibaca ROY. Kata ROY itu adalah nama almarhum temannya.

Di huruf R, pengunjung dapat memantik ujung huruf tersebut hingga dapat mengeluarkan sepercik api kecil melalui kabel merah. Wahyu memberi arti terhadap percikan ini.

”Meskipun apinya kecil tapi tetap bisa menyala. Harapannya juga begitu, semoga kenangan tentang almarhum selalu menyala di hati kami teman-temannya,” imbuh Wahyu yang hanya memerlukan waktu setengah jam saja untuk membuatnya.

Selain karya tersebut, Wahyu juga membuat karya daur ulang korek api lainnya berbentuk menara dan sepeda motor mini. Perlu waktu sepuluh menit untuk merangkai 40 korek api bekas menjadi replika menara dan sepeda motor mini tersebut.

Teman-teman Wahyu lainnya juga menampilkan lebih dari 50 karya daur ulang menjadi lebih memiliki nilai kesenian. Seperti perahu layar, sepatu, patung sapi, vas bunga, lampion, lukisan.(*)