Ilustrasi ditangkap karena memeras (Foto:rmoljakarta)
Ilustrasi ditangkap karena memeras (Foto:rmoljakarta)

MALANGTIMES - Aksi pemerasan dengan mengaku sebagai wartawan, kembali terjadi di wilayah Malang. Kali ini dilakukan BS, yang akhirnya berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Malang, Selasa (31/5/2016).‎

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

BS memeras seorang pria berinisial D dengan tuduhan kasus perselingkuhan.  BS akan memberitakan kasus tersebut apabila D tidak memberikan uang sejumlah tertentu.

Menurut pengakuan BS, dia mendapat perintah dari seseorang yang diakuinya sebagai Kepala Biro Lumajang, untuk memeras D yang diketahui melakukan perselingkuhan.

"Supaya tidak dimuat di koran, D sepakat membayar uang Rp 7 juta. Tapi hanya dibayar Rp 3 juta. Saya diperintahkan (kepala biro) menemui D," ujar BS setelah ditangkap polisi.

Kasus ini terungkap setelah D, secara diam-diam melapor ke pihak kepolisian. Hingga saat penyerahan uang, BS berhasil ditangkap.

Selain pelaku pemerasan, polisi juga menyita uang sebagai barang bukti Pelaku menjalani pemeriksaan di unit IV Satkreskrim Polres Malang.

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

"Pelaku masih diperiksa dan dimintai keterangan," ujar AKP Adam Purbantoro, Kasatreskrim Polres Malang.

Dia berjanji, informasi akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai dan lengkap.

Kasus pemerasan dengan berkedok wartawan pernah terjadi sebelumnya. Pada akhir Maret 2016 lalu, Achmad Saifulloh, wartawan koran mingguan Pakar Bangsa memeras Ngatuwin, seorang pegawai koperasi. (*)