Wali Kota Malang, Mochammad Anton bersama Anggota DPRD Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban saat deklarasi gerakan anti kekerasan pada anak-anak dan kaum perempuan (Foto :Hafiz /MalangTIMES)
Wali Kota Malang, Mochammad Anton bersama Anggota DPRD Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban saat deklarasi gerakan anti kekerasan pada anak-anak dan kaum perempuan (Foto :Hafiz /MalangTIMES)

MALANGTIMES - Maraknya kasus kekerasan pada anak-anak dan kaum perempuan membuat banyak pihak merasa prihatin dan miris. Ini pula yang membuat Komunitas Perempuan Peduli Indonesia dan Pemerintah Kota Malang membentengi Kota Malang dengan mendeklarasikan Gerakan Anti Kekerasan kepada Perempuan dan Anak. Deklarasi dilakukan di Jl Ijen Boulevard, Minggu (29/5/2016). 

Deklarasi ini diikuti ratusan masyarakat dari berbagai ormas perempuan. Di antaranya, Muslimat NU, Aisiyah, Himpunan Pengusaha Malang, IWAPI, dan lain sebagainya. 

Wali Kota Malang Mochammad Anton yang turut ambil bagian dalam kesempatan ini mengatakan bahwa pemkot telah melakukan berbagai upaya dalam membentengi akhlak dan moral anak-anak khususnya di Kota Malang. 

"Salah satunya, melalui gerakan mematikan televisi pada saat Maghrib hingga Isya', sehingga waktu itu dapat digunakan untuk hal positif seperti belajar atau mengaji," tandasnya. 

Tak hanya itu, baru-baru ini Pemerintah Kota Malang juga telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh instansi pemerintahan maupun swasta untuk menggalakkan gerakan shalat berjamaah, sebagai upaya membentengi moral dan akhlak.

Di sisi lain, pemkot bersama DPRD juga telah mengesahkan Perda Perlindungan Anak dan Perempuan sebagai instrumen hukum untuk melindungi anak-anak dan perempuan. 

"Kami berharap dengan seluruh upaya yang dilakukan, segala tindak kekerasan pada perempuan dan anak bisa diminimalisir sebaik mungkin, sehingga bisa mewujudkan Malang Kota Bermartabat," kata Anton. 

Hal serupa disampaikan Komunitas Perempuan Peduli Indonesia. "Kita semua pasti sangat miris dengan berbagai kasus yang saat ini terjadi, karena itu marilah bersama-sama kita melawan aksi kekerasan ini," ajak Ketua Komunitas Perempuan Peduli Indonesia, Ya'qud Ananda Gudban. (*)