Gapura semeru.(Foto: viva)
Gapura semeru.(Foto: viva)

MALANGTIMES - Pencarian dua penyintas di Gunung Semeru terus berlanjut. Tim SAR menambah lagi 15 personel untuk mencari Supriadi (26) dan Zirli Gita Ayu Savitri (16) yang hilang diduga ketika berada di sekitar puncak Semeru.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, John Kennedie mengatakan pencarian terus berlanjut dengan menambah 15 personel yang diberangkatkan dari Ranupani pagi ini.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

"Saat ini tim tambahan diberangkatkan dari Ranupani sekitar 15 orang, yang terdiri dari saver, porter, dan TNBTS," ujarnya saat dihubungi, Minggu (22/5/2016).‎

Pencarian untuk sementara, lanjutnya, difokuskan pada blank 75 dan sekitar puncak Mahameru.‎

Seperti diberitakan, d‎ua pengunjung yang mendaki puncak Gunung Semeru, Supriadi (26) dan Zirli Gita Ayu Savitri (16), keduanya asal Cirebon, Jawa Barat, hilang dan belum ditemukan.

Informasi yang dihimpun, ‎keduanya terpisah dari rombongan berjumlah enam orang yang awalnya berangkat bersama, Selasa, 17 Mei 2016‎ lalu menuju Ranu Kumbolo.

Keesokan harinya, rombongan yang diketuai Sukron ini berangkat dari Ranu Kumbolo menuju Kalimati. 

Sesuai peraturan, pendakian Gunung Semeru hanya diperbolehkan hingga Kalimati. Namun, para pengunjung ini nekad melanjutkan pendakian menuju puncak Semeru pada 19 Mei 2016.

Namun belum sampai puncak, 2 orang memilih turun karena sakit, sedang 4 orang lainnya meneruskan perjalanan. Hingga sampai di Watugede, kembali 2 orang mengalami sakit dan berhenti melanjutkan pendakian. Sedang dua orang lainnya, melanjutkan perjalanan ke puncak Mahameru.

Sukron bersama rekannya menunggu yang terhenti di Watugede, menunggu selama kurang lebih enam jam hadirnya kembali Supriadi dan Zirli Gita Ayu Savitri. 

Karena  tak kunjung turun, Sukron dan rekannya memilih kembali ke Kalimati dan melaporkan kepada petugas, hilangnya dua anggota rombongannya.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

‎Pada Jumat, 20 Mei 2016, Tim Penyelamat, usai mendapat laporan hilangnya dua pengunjung, melakukan pencarian namun belum berhasil menemukan.

Dua pengunjung yang hilang, masing-masing Supriyadi, diketahui beralamat di Blok 4 Tegal Lempuyangan Lor, Tegal Gubug, Cirebon. Sedang Zirli Gita Ayus Savitri, diketahui masih berstatus pelajar, yang beralamat tinggal di Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Cirebon.

Anggota rombongan yang selamat, melaporkan secara resmi dua rekannya yang hilang ke kantor Resort Ranupani pada malam hari. Usai pencarian yang dilakukan Sukaryo tidak berhasil menemukan.

Pencarian kembali dilanjutkan tim advance selama 1 x 24 jam, namun hasilnya masih belum ditemukan. Hingga pada Sabtu, 21 Mei 2016 sejak pukul 20.00 WIB, pendakian ke Gunung Semeru dinyatakan tertutup untuk umum dan terbuka (open SAR) untuk pencarian dua orang yang hilang.

Sebanyak 20 orang petugas diterjunkan untuk melakukan pencarian.

Pihak Balai TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), sesuai rekomendasi PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi) menegaskan bahwa pendakian hanya diperkenankan sampai Kalimati. 

Setiap pengunjung yang akan mendaki, sebelumnya telah menandatangani pernyataan di atas materai untuk mendaki hanya sampai Kalimati. (*)