Bupati Malang, H Rendra Kresna saat berada di TPST Talangagung, Kepanjen, Rabu (27/4/2016) siang. (Foto: Ferry/ MalangTIMES)
Bupati Malang, H Rendra Kresna saat berada di TPST Talangagung, Kepanjen, Rabu (27/4/2016) siang. (Foto: Ferry/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan kesadaran masyarakat untuk berkomitmen menjaga lingkungan.

"Menangani sampah harus timbul dari kesadaran. Jangan karena dipaksa atau diperintah," ucap Rendra Kresna, Bupati Malang saat berada di TPA Talangagung, Kepanjen, Rabu (27/4/2016) siang.

Rendra mengajak masyarakat untuk tidak mengotori lingkungan dengan merusak. Dia mendorong untuk mengelola sampah di lingkungan tinggal menjadi bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Dia mengapresiasi desa-desa yang melakukan inovasi dalam pengelolaan sampah. Terobosan seperti TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu), bank sampah, dan kreasi olahan sampah.  
"Bentuk kegiatan ini bermuara pada kelestarian lingkungan," imbuhnya.

Disampaikannya, para kepala desa harus mampun mengajak warganya tumbuh mandiri dalam menangani sampah. "Dengan tumbuh dari kesadaran, insyaallah berhasil. Tidak hanya menjaga lingkungan, tapi menciptakan sesuatu yang bisa menghasilkan," tegasnya.

Pesan motivasi kesadaran lingkungan ini disampaikannya saat meresmikan sejumlah program dalam rangkaian program seratus hari kinerja Bupati Malang.  

Program lingkungan lintas sektoral ini diantaranya, TPST 3R di Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji dan Desa Ampeldento Kecamatan Karangploso, serta peluncuran truk 'Ngalam Waste Bank'. (*)