MALANGTIMES - Tahun 2016, Indonesia bersama negara-negara di kawasan Asia Tenggara memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sektor kesehatan turut terdampak pemberlakuan MEA. Konsekuensinya, peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur agar dapat bersaing dengan sembilan negara Asean lainnya. 

Hal itu yang turut mendasari Pemkab Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan status dari sepuluh Puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Sepuluh Puskesmas tersebut yaitu, Kasembon, Dau, Singosari, Tumpang, Kepanjen, Sumberpucung, Gondanglegi, Turen, Dampit, dan Donomulyo.

Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Abdurrahman mengatakan, sepuluh puskesmas berstatus BLUD tersebut, sesuai ketentuan, diberi kewenangan utuh untuk mengatur pengelolaan keuangan dan sumberdaya manusia.‎

Disampaikannya, peningkatan status ini, membawa konsekuensi pada kebutuhan pelayanan yang semakin baik serta ketersediaan sarana pendukung yang memadai agar mampu bersaing. 

"Diperlukan daya saing yang kuat serta pelayanan yang berkualitas. Tentunya dibutuhkan sarana pendukung yang memadai," ujar Abdurrahman, Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Rabu (6/4/2016) di Turen.

Dia menyampaikan, dengan BLUD, pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang semakin berkualitas, dan memberikan ruang kreasi bagi pengelola untuk mengembangkan Puskesmas seiring persaingan global.

Contohnya Puskesmas Turen. Konsep Puskesmas "Home Care" menjadi kekhasan dan kreasi yang dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan. Kongkretnya, katanya, apabila mengetahui ada warga yang sakit dan memerlukan penanganan medis, petugas puskesmas akan mendatangi dan melayani pasien. (*)