Otsuka Ingatkan Pemkot Malang untuk Perawatan Hutan Malabar

Apr 04, 2016 14:08
Wali Kota Malang, Moh. Anton bersama Presiden Direktur PT Amerta Indah Otsuka, Yoshihiro Bando, usai merevitalisasi Hutan Kota Malabar. (Foto: Agus/MalangTIMES)
Wali Kota Malang, Moh. Anton bersama Presiden Direktur PT Amerta Indah Otsuka, Yoshihiro Bando, usai merevitalisasi Hutan Kota Malabar. (Foto: Agus/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Presiden Direktur PT Amerta Indah Otsuka, Yoshihiro Bando, mempringatkan Pemerintah Kota Malang untuk dapat merawat Hutan Kota Malabar yang direvitalisasi melalui dana CSR (Corporate Sosial Responsibility)

"Yang terpenting dan sulit adalah maintenance, saya berharap hutan Kota Malang bisa di maintenance dengan baik," jelas Yoshihiro Bando saat sambutan peresmian Hutan Kota Malabar yang dibangun melalui CSR dari PT Amerta Indah Otsuka, Senin (4/4/2016).

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Melalui CSR, PT Amerta Indah Otsuka merevitalisasi Hutan Kota Malabar yang memiliki luas sekira 1,6 hektare dengan nilai CSR sebesar Rp 2 miliar lebih.

Anggaran pemeliharaan Hutan Kota di Kota Malang hanya sebesar Rp 107 juta per tahun pada tahun anggaran 2016 ini. Sedangkan untuk pemeliharaan Taman Kota sekira Rp 2 miliar.

"Dari anggaran itu mayoritas untuk membayar tenaga atau pegawai," ujar Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Senin, (4/4/2016).

Dari data yang DKP tahun 2014, Kota Malang memiliki 12 Hutan Kota, seperti Hutan Kota Malabar, Hutan Kota Vellodrome, Hutan Kota Hamid Rusdi dan Hutan Kota Buring.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Jumlah hutan kota tersebut beberapa sudah direvitalisasi seperti Hutan Kota Jakarta yang saat ini menjadi taman kunang-kunang. (*)

Topik
Hutan Kota MalabarCSR
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru