Bentuk Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) yang mengalami renovasi di Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. (Foto: Ferry/malangTIMES)
Bentuk Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) yang mengalami renovasi di Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. (Foto: Ferry/malangTIMES)

MALANGTIMES - Tiga perguruan tinggi (PT) di Malang, yaitu Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Universitas Islam Malang (Unisma) dipilih oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mendampingi program Desa Sejahtera Mandiri (DSM) di Kabupaten Malang.

Wakil Direktur II Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UMM, Dr Masduki MSi menyampaikan, program DSM bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan. 

"Awalnya ada MoU (Memorandum of Understanding) antara univeritas dengan Kemensos, setelah itu ada program DSM. Kami dari PT dan Dinas Sosial Kabupaten Malang mendampingi dan mengawal program ini," ujarnya kepada MALANGTIMES.

Pada program DSM ini, lanjut Masduki, ada Skim baru yang belum pernah dilakukan pemerintahan sebelumnya. Dana berasal dari anggaran Kemensos, dimana tugas PT bersama Dinsos untuk mendampinginya. 

"Dana langsung turun by name, by address kelompok masyarakat yang menerima Kube (Kelompok Usaha Bersama) dan Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni)," jelasnya.

Pada pelaksanaan pendampingannya, pihak kampus melibatkan mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata. 

"Mahasiswa KKN yang mendampingi proses pencairan dana dan penyusunan RAB (rencana anggaran biaya). Mahasiswa juga membantu mencarikan sponsor," kata Masduki.

Program DSM memiliki sasaran pada Kube dan Rutilahu. ‎Terdapat terdapat 10 (sepuluh) kecamatan di Kabupaten Malang yang menjadi sasaran program DSM. Setiap PT menangani beberapa kecamatan.

Kecamatan yang dimaksud, yaitu Jabung, Dau, Poncokusumo, Kasembon, Gedangan, Pagak, Wonosari, Donomulyo, dan Wajak.

Terkait dengan jumlah penerima manfaat Rutilahu, Kepala Dinsos Kabupaten Malang, Sri Wahyuni Pudji Astuti mengatakan, terdapat 673 rumah yang tersebar di sepuluh ‎kecamatan. 

"Tahun ini ada 673 rumah se Kabupaten Malang yang direhab. Proses sudah berjalan dan hampir rampung. Sudah 95 persen penyelesaiannya," ujarnya, Jumat (1/4/2016).

Pihak PT dan Dinsos Kabupaten Malang berharap, kendala selama pelaksanaan yang sudah berjalan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan pada pelaksanaan selanjutnya. (*)